<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Velayati</title>
	<atom:link href="http://velayati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://velayati.wordpress.com</link>
	<description>kecintaan kepada sesama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Apr 2011 00:01:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='velayati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Velayati</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://velayati.wordpress.com/osd.xml" title="Velayati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://velayati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Persaudaraan Muslim</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/persaudaraan-muslim/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/persaudaraan-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 05:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah/Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Khutbah Jumat Dikhutbahkan Pada Tanggal 22, 29 April 2011 Assalamualaikum. WR. Wb اَلحَمْدُ لِلّهِ ربِّ العالمين وبه نستعين على اُمُوْرِ الدّنيا والدين والصّلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله واصحابه ومن تبعه بإحسان الى يوم الدّين . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ المَلِكُ الحقِ المبين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الذى [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=118&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Khutbah Jumat</p>
<p>Dikhutbahkan Pada Tanggal 22, 29 April 2011</p>
<p><strong>Assalamualaikum. WR. Wb</strong><strong></strong></p>
<p dir="RTL"><strong>اَلحَمْدُ لِلّهِ ربِّ العالمين وبه نستعين على اُمُوْرِ الدّنيا والدين والصّلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله واصحابه ومن تبعه بإحسان الى يوم الدّين . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ المَلِكُ الحقِ المبين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الذى بلغ الرسالة وادى الأمنة ونصح الأمة وجاهد فى الله حقّ جهده ولا نبى بعده</strong><strong> </strong><strong> . اَمَّا بَعْدُ.</strong><strong></strong></p>
<p dir="RTL">فيا عبادالله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَىاللهِ فقد فازَ المُـتَّقُون.و<strong>يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ .</strong></p>
<p align="right"><strong>قال الله تعالى فى القران الكريم:</strong><strong></strong></p>
<p align="right"><strong> اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.</strong></p>
<p dir="RTL"><strong>اِنَّمَا المُؤْمِنُ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوْااللهَ لَعَلَكُمْ تُرْحَمُوْنَ</strong><strong></strong></p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong></p>
<p>Alhamdulillah segala Puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Pemurah, Yang Maha pemberi, Yang Maha memberi rezeki, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dzat yang telah menolong para hambanya berbuat kebaikan, dan Dzat yang menolong para hambanya terhindar dari berbuat keburukan. Kita memuji Allah dan mengitiqodkan segala perbuatan kita dengan niat yang ikhlas, semata-mata mengharapkan keridhoan Allah SWT semata. Semoga Allah jadikan diri kita bagian dari golongan hamba-hamba yang <strong><em>saalik,</em></strong> hamba yang tak henti-hentinya mencari jalan kepada jalannya Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p><span id="more-118"></span></p>
<p>Sholawat dan Salam semoga Allah Ta&#8217;ala selalu limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW seorang kekasih pembawa anugrah bagi setiap manusia, yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, beserta keluarganya, para Sahabatnya dan para pengikutnya.</p>
<p>Pada Khutbah ini, tidak lupa saya mengingatkan kepada seluruh jamaah, dan terkhusus pada diri khotib, agar kita senantiasa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan sekuat tenaga dan pikiran kita, dalam melaksanakan apa pun yang diperintahkanNya, dan sekuat tenaga dan pikiran pula untuk meninggalkan segala apa pun yang dilarangNya .</p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong><strong></strong></p>
<p>Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, marilah kita tingkatkan pembinaan di dalam persaudaraan muslim di antara kita. Dengan harapan, semoga terwujud kesatuan umat yang kuat dan tangguh hingga mempu menghadapi berbagai persoalan. Telah sering kita saksikan kepedihan dari sejarah panjang peradaban kaum muslimin yang mendera umat mereka selama ini, karena lemahnya persaudaraan dan persatuan. Alangkah sedihnya nasib umat, akibat redupnya persaudaraan, kemudian kita asyik dengan diri kita sendiri, kita asyik dengan golongan kita sendiri, hingga mata hati kita menjadi buta untuk melihat dan mendengar jeritan saudara kita yang tercabik dan terhina dari permainan keji orang-orang kafir.</p>
<p>Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan muslim adalah aset yang tak ternilai harganya, adalah aset untuk membangun peradaban dan kemajuan umat. Persatuan dan kesatuan yang dibangun atas persaudaraan, merupakan bagian terpenting dalam sejarah perkembangan Islam. Dengan semangat persatuan tersebut Daulah Islam pada masa pemerintahan Nabi Muhammad SAW dapat dibangun. Kokohnya persatuan dan kesatuan umat yang diwujudkan dalam semangat ukhuwah Islamiyah, tak dapat dipungkiri melahirkan kekuatan yang besar dan dahsyat.</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>قال تعالى: وإِنَّ هذِهِ اُمَّتــُكُمْ اُمَّةً وَاحِدَةً</strong></p>
<p align="center"><em>“Sesungguhnya Agama tauhid ini adalah kamu semua, agama yang satu”</em></p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>وقال النّبِى ص.م : المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنـْـيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضاً</strong></p>
<p align="center"><em>“Sesungguhnya orang mukmin dengan orang mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan, yang satu bagiannya menguatkan bagian yang lainnya”.</em><em></em></p>
<p>Tapi mengapa masalah ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan muslim ini selalu dikemukakan? Karena disadari atau tidak, kita tentu maklum, bahwa apa yang disebut dengan <em>ukhuwah Islamiyah</em>, <em>Ummatan Wahidah</em>, atau <em>ummatan kaljasadil wahid</em>, tidak lebih sebagai obsesi yang nyaris tak terwujud. Dalam kenyataan hidup sehari-hari, anjuran dan penegasan mengenai persaudaraan muslim masih sebatas penyampaian dalam mimbar-mimbar dakwah, masih sebatas disampaikan dalam forum-forum musyawarah.</p>
<p>Sulit rasanya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kalau umat Islam masih bangga hidup di dalam terkotak-kotak. Ada yang hanya karena berbeda kelompok pengajian, hanya karena berbeda guru ngaji, atau perbedaan kitab yang dikaji, lalu memasang kuda-kuda untuk siap “berperang”. Kata-kata usang seperti bid’ah membid’ahkan, kafir-mengkafirkan, syirik-mensyirikkan mudah meluncur keluar dari lidah seseorang atau sekelompok muslim yang ditujukan pada muslim yang lain, hanya karena mungkin berbeda paham, hanya karena mungkin berbeda pola pikir tentang ajaran Islam, hingga merasa dirinya dan kelompoknyalah yang paling sah, yang paling benar, dan merasa paling berhak masuk surga. Padahal sama-sama meyakini Allah adalah Tuhannya Yang Esa, Islam adalah agama yang paling benar dan menjadi agamanya, dan Muhammad SAW adalah Nabinya, yang tidak ada lagi Nabi dan Rosul setelahnya.</p>
<p>Bahkan ada di antara mereka dan kelompok mereka, merasa berhak menumpahkan darah saudara mereka sendiri, dengan dalih yang tidak jelas, atau bahkan dijadikan alasan sebagai korban dari perjuangan mereka. Benarkah ini yang diajarkan Al-Quran, benarkah ini ajaran yang dituntun oleh Rosululloh..?</p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong><strong></strong></p>
<p>Islam sangat menganjurkan persatuan dan mengecam perpecahan, hal itu bahkan ditegas Allah dalam Al-Quran Surah Al-Imron ayat 103, Allah berfirman:</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>وَاعْتَصِمُوْ بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَّلاَ تَفَرَقُوأ&#8230;</strong></p>
<p align="center"><em>“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai&#8230;”</em></p>
<p dir="RTL"><strong>وقال تعالى ايضا:</strong><strong> </strong><strong>اِنَّمَا المُؤْمِنُ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوْااللهَ لَعَلَكُمْ تُرْحَمُوْنَ</strong><strong></strong></p>
<p align="center"><em>“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (Al-Hujarat: ayat 10)</em></p>
<p>Islam sangat membenci perpecahan dan perselisihan, sampai-sampai Rasululloh memerintahkan kepada orang yang sedang membaca Al-Quran agar menghentikan bacaannya apabila bacaannya itu akan mengakibatkan perpecahan. Rasululloh SAW bersabda:</p>
<p align="center"><em>“bacalah Al-Qur’an selama bacaan itu dapat menyatukan hati kalian. Tapi, bila kalian berselisih, hentikanlah bacaan itu (HR Imam Bukhori dan Muslim).</em></p>
<p>Rasululloh SAW mengajarkan untuk tidak menyakiti sesama muslim, baik dengan perkataan maupun perbuatan, bertawadhu kepada sesama muslim, tidak menyombongkan diri dihadapannya, tidak menggunjing dirinya dan menggunjing orang lain di hadapannya, dan juga tidak mendengar gunjingannya. Rosululloh melarang untuk saling bermusuhan sesama muslim, bahkan haram darahnya, hartanya maupu kehormatannya.</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>لاَ تَحَاسَدُوْ, وَلاَتَناَجَسُوا, وَلاَتَباَغَضُوا, وَلاَتَدَابَرُوا, وَلاَيَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلىَ بَيْعِ بَعْضَ, وَكُونـُوا عِبَادَالله اِخْوَاناً. المُسْلِمُ اَخُو المُسْلِمِ, لاَ يَظْلِمُه, وَلاَ يَخْذُلُه, وَلاَ يَحْقِرُهُ, التَّقْوَى هَاهُناَ-وَيَشِيْرُ الى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَراَتٍ- بِحَسْبِ اِمّرِءِ مِنَ الشَّرِّ اَنْ يَحْقِرَ اَخَاهُ المُسْلِم, كُلُ المُسْلِم عَلىَ المُسْلِم حَرَامٌ: دَمُهُ, وَمَالُهُ, وَ عِرْضُهُ. اخرجه المسلم</strong></p>
<p align="center"><em>“Janganlah kamu saling hasud, jangan saling mencari</em><strong><em>-</em></strong><em> </em><em>cari kesalahan, jangan saling marah, janganlah saling membelakangi, dan janganlah diantara kamu menawar apa yang telah ditawar oleh yang lain, jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak menzoliminya, tidak mengecewakannya, tidak menghinakannya. Taqwa itu di sini, menunjuk Rosululloh kepada dadanya sebanyak tiga kali. Cukuplah sebuah perkara disebut kejahatan, seorang muslim menghina saudaranya. Setiap muslim atas muslim yang lain haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)</em></p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong><strong></strong></p>
<p>Konsep Islam telah jelas disampaikan Allah SWT lewat Baginda Rosululloh SAW, akan tetapi mengapa perselisihan yang mengancam persaudaraan muslim itu masih saja terjadi?</p>
<p>Di antara sebabnya adalah, <em>pertama,</em> faktor atau unsur khilafiyah, umat Islam masih lebih mementingkan persoalan-persoalan kecil dari pada persolan utama. Kita cenderung mempermasalahkan problem yang tidak prinsipil daripada problem yang mendesak untuk diselesaikan, kita terlalu mengedepankan hal-hal yang khilafiyah, dibanding mengedepankan pendalaman aqidah, keadilan, persatuan dan kesatuan umat.</p>
<p>Sebab yang <em>kedua</em>, adalah unsur keduniawian, kita terlalu mementingkan urusan duniawi sedangkan urusan ukhrowi selalu kita belakangkan. Sehingga segala cara pandang kita selalu kita nilai dengan materi, lebih-lebih kalau berkaitan dengan faktor politis kekuasaan. Maka ketahuilah, terjadinya kisah tragis Padang Karbala yang menjadi lembaran hitam sejarah umat Islam, yang menjadi sebuah malapetaka terbesar umat Islam. Penyebabnya adalah karena unsur politis ini.</p>
<p>Faktor <em>ketiga</em>, berkaitan dengan dua faktor sebelumnya, disadari atau tidak, kita hanya menjadi permainan oleh orang-orang yang tidak suka dengan Islam, mereka berbuat untuk mengacaukan Islam, dan menghancurkan Islam dari dalam tubuh mereka sendiri. Timbulnya paham-paham sesat adalah <strong>salahsatu <em>grand master planning</em></strong> mereka, media televisi yang kini menjadi syetan yang masuk ke dalam rumah kita, adalah salahsatu <strong><em>grand planning</em></strong> mereka. Sayangnya kita malah menikmati, mengiyakan, bahkan mengikuti permainan mereka.</p>
<p>Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengaktualkan jiwa dan semangat Ukhuwah Islamiyah. Salahsatunya adalah mengembangkan dan mempertahankan perilaku <strong><em>salamatush shadr</em></strong>, sifat lapang dada dalam menghadapi dinamika hidup di dunia ini. Maka ketika terjadi perbedaan pemahaman, tidak serta merta kita menganggap bahwa hanya diri kita yang benar, dan pihak yang berbeda adalah pihak yang salah. Apabila ini dapat diwujudkan, persaudaraan Islam bukan lagi sebuah isapan jempol belaka.</p>
<p>Selain itu, kita kembangkan semangat <em>tasamuh (toleransi), </em>atau semangat bertoleransi<em> </em>terhadap saudara sendiri, serta terbuka untuk melakukan dan menerima <em>tausiyah</em> untuk saling mengingatkan. Selanjutnya mengembangkan sikap <em>husnudzhon </em>di antara kita, sebuah sikap dari tingkatan dasar yang menggambarkan kebersihan hati kita.</p>
<p dir="RTL" align="center">يَااَيُهَاالّذِيْنَ اَمَنُوا اِجْتَنِبُوا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ, إنّ بَعْضَ الظّنّ اِثْمُ وَلاَتَجَسَّــسُوْ وَلاَ يَغْتَبْبَعْضُكُمْ بَعْضَ&#8230;<strong></strong></p>
<p><em>“Hai orang-orang beriman, Jauhilah banyak berburuk sangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain&#8230; (Al-Hujarat Ayat 12)</em></p>
<p align="right">بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.</p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/khutbahpidato/'>Khutbah/Pidato</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=118&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/persaudaraan-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anugrah yang Teragung</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/anugrah-yang-teragung/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/anugrah-yang-teragung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 05:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah/Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Yang disampaikan Di Mejelis Nurul Irfan Kekupu Perigi Sawangan Hari Jumat 15 April 2011 اَلحَمْدُ لِلّهِ نَسْتَعِيْـنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِالله ُفَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمِن يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ الله, اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=115&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW<br />
Yang disampaikan Di Mejelis Nurul Irfan Kekupu Perigi Sawangan<br />
Hari Jumat 15 April 2011</p>
<p style="text-align:right;">اَلحَمْدُ لِلّهِ نَسْتَعِيْـنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِالله ُفَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمِن يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ الله, اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الذى بلّغ الرسالة وادّ الأمانة ونصح الأمّة وجاهد قى الله حقّ جهاده ولا نبي بعده.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الْمِيْعَادِ. اَمَّا بَعْدُ.<br />
قال الله تعالى فى القران الكريم:<br />
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم<br />
قل ان كنتم تحبون الله فاتبعونى يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم والله غفور رحيم<br />
وقال الله :<br />
وما ارسلنك الا رحمة للعالمين<br />
وقال نبي صلى الله عليه وسلم:<br />
انما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق</p>
<p>Hadrotil mukarram wa muhtarom para alim ulama, para kiai, para asatidzah, para hujaj, dan para tokoh masyarakat. Wa bil khusus guru kita bersama, Adda’I ilallah wa Rosulih, mujahid fi sabilillah, ……., wa bil khusus guru kita bersama,……., yang tadi telah menyampaikan Tausiyah dan nasihatnya kepada kita, yang apa beliau sampaikan dapat bermanfaat dan menjadi renungan buat kita, serta para asatidz, para kiai, Para tokoh masyarakat Bapak RT, Bapak RW, yang sama-sama kita hormati, dan saya tidak sebutkan satu-persatu, tetapi tidak mengurangi hormat dan ta’zim saya, semoga selalu dimuliakan oleh Allah SWT.</p>
<p>Dan wabil khusus untuk Shohibul Maulidurrosul, yang juga pengasuh Majelis Talim Nurul Irfan, Orang tua saya, Guru saya, temen seperjuangan saya, yang telah mengundang saya untuk hadir pada tempat yang penuh barokah ini beserta keluarga, seluruh jamaah, panitia peringatan Maulid Nabi, dan Bapak-Ibu muhibbin lillah wa rosulih, yang juga mudah-mudahan selalu dimuliakan oleh Allah SWT. Amin.</p>
<p><span id="more-115"></span></p>
<p>Alhamdulillah, hari ini, di malam hari yang cerah ini, kita berada pada tempat yang penuh barokah ini. Karena malam ini kita bersama Rosululloh, malam ini kita bersama Habibullah, dalam rangka memperingati kelahiran Beliau, kelahiran junjungan alam, Nabi Besar Muhammad SAW. Karena kelahiran beliau merupakan nikmat yang paling besar, merupakan puncak kenikmatan yang dirasakan khusus bagi umat manusia akhir zaman, da khusus bagi yang terpilih sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Beliau Sang pembawa peringatan, Sang pembawa kabar gembira. Beliau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, membuka mata yang buta, membuka telinga yang tuli, serta menggugah hati nurani yang lalai. Dengan adanya Nabi Muhammad, Alhamdulillah kita tidak salah memilih Tuhan, kita tidak slah memilih agama, kita tidak salah memilih jalan, kita menjadi seorang mukmin dan mukminah. Beliau mengajarkan kita akhlaq, sehingga kita menjadi mahluk yang terpuji dan dipuji oleh Allah, Beliau menjadikan kita menjadi mahluk yang beradab dan bermartabat, sehingga kita pantas menduduki jabatan sebagai khalifah di muka bumi ini.</p>
<p>Maka Nabi yang kita peringati maulidnya malam ini, adalah Nabi yang Allah Taala sebagai manusia yang punya Akhlaq yang agung, sebagaimana dinyatakan oleh Allah dalam Al-Quran</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>انك لعلى خلق عظيم</strong><strong></strong></p>
<p>Nabi yang kita peringati maulidnya malam ini adalah Nabi yang Allah nyatakan sebagai utusan untuk seluruh alam membawa kabar gembira dan peringatan, Wa Qoola Taala::</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>وما ارسلنك الا رحمة للعالمين</strong></p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>وقال تعالى: وما ارسلنك الا كافة للناس بشيرا ونزيرا</strong><strong></strong></p>
<p>Maka Nabi yang kita peringati maulidnya malam ini adalah manusia yang Allah jadikan sebagai uswatun hasanah, sebagaimana Allah nyatakan:</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>لقد كان لكم رسول الله اسوة حسنة</strong><strong></strong></p>
<p>Dan Nabi yang kita peringati maulidnya malam ini, adalah Nabi yang Allah Taala tegaskan sebagai Nabi penutup para Nabi, Wa Qoola Taala:</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>ماكان محمد ابا احد من رجالكم ولكن رسول الله وختم النبين</strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW lahir pada zaman jahiliyah, kalau bicara jaman jahiliyah bapak/ibu, saya yaqin Bapak/ibu tau maknanya, apa itu yang disebut jaman jahiliyah. Yaitu jaman kebodohan. Tapi pertanyaannya apakah semua orang pada saat itu rata-rata bodoh ? Tidak , pada jaman itu, peradaban pada saat itu begitu hebat, Kisra, Romawi, bahkan mungkin china, orang Arab pada jaman itu pandai berdagang dan bersyair. Maka yang disebut dengan jaman jahiliyah, adalah jaman yang penuh dengan kerusakan dan kegelapan. Kejahatan, kebodohan, dan kedzaliman merajalela di seluruh penjuru bumi. Begitu rusaknya manusia, begitu bodohnya manusia pada jaman itu, yang saya dapat misalkan, sebagai contoh jika seorang suami meninggal, istrinya juga akan dikuburkan pula bersama jasad sang suami (Romawi), bahkan tidak jarang seorang istri dibakar hidup-hidup setelah kematian sang suami (kisra). Hampir merata kezaliman, hampir merata kegelapan. Di semenanjung Arab, bayi perempuan yang lahir akan dikubur hidup-hidup oleh ayah mereka. Alasan-alasan mereka  mereka melakukan hal biadab tersebut, mereka kuatir jikalau anak perempuan mereka, wanita-wanita mereka tersebut, kelak akan membuat aib bagi keluarganya. Perbuatan mereka, keadaan mereka, benar-benar mereka berprilaku seperti binatang,  bahkan lebih kejam dari perbuatan binatang sekalipun.</p>
<p>Tetapi ada yang perlu kita garis bawahi Bapak/Ibu, keadaan jahiliyah seperti itu menyelimuti seluruh pelosok bumi. Kegelapan dan kebiadaban hampir merata di seluruh muka bumi. Maka ada yang perlu kita luruskan tentang beberapa pendapat salah, beberapa pendapat yang keliru bahkan meyesatkan. Kalimat-kalimat yang menyesatkan tersebut ada dalam buku-buku sejarah yang dipelajari oleh anak-anak kita bapak/ibu.</p>
<p>Kalau dikatakan bahwa jaman jahiliyah adalah jaman yang penuh dengan kegelapan,  itu jawaban yang benar, akan tetapi kalau ada yang menyatakan bahwa bangsa Arab adalah bangsa yang paling biadab pada saat itu, sungguh itu adalah ungkapan yang sangat keliru, ungkapan yang menyesatkan dan penuh kebencian kepada Islam. Maka ketahuilah Bangsa Arab pada saat itu adalah bangsa yang terbaik dari bangsa-bangsa yang ada pada saat itu. Jadi jangan terkecoh dan terpengaruh yang menyatakan bahwa Rosululloh diturunkan kepada Bangsa Arab, karena bangsa Arab pada saat itu adalah bangsa paling biadab dari bangsa-bangsa yang lain. Mau lebih jelasa bapak/ibu, Mari kita lihat perkataan saya sebelumnya.</p>
<p>Jika seorang suami meninggal dunia, istri juga akan dikubur hidup-hidup bersama jasad sang suami, itu terjadi pada bangsa Romawi, dan kita harus tahu, bangsa Romawi walaupun peradaban mereka begitu tinggi, adalah bangsa yang suka mengadu manusia, baik itu antar manusia, maupun manusia dengan hewan, yang biasa kita sebut dengan gladiator, bangunannya pun masih ada sampai sekarang di kota roma yang disebut colloseum.</p>
<p>Perkataan saya, tidak jarang istri dibakar hidup-hidup setelah kematian sang suami, itu terjadi dengan bangsa Kisra atau mungkin disebut bangsa Persi, bangsa ini terkenal individualist, begitu individualistnya mereka tidak segan-segan merampok saudara mereka sendiri.</p>
<p>Sedangkan perkataan saya, bahwa bangsa Arab Quraisy suka membunuh anak-anak Pr, itu hanya segelintir orang saja, bahkan kita hanya mendengar sejarah Umar Ibnu Khottob sebelum beliau masuk Islam. Maka Kalau dikatakan semua bangsa arab melakukan seperti itu. Bapak/Ibu enggak mungkin ada siti Aminah, engga mungkin ada Siti Khodijah, enggak mungkin ada hafsah putri Umar Ibnu Khottob.</p>
<p>Maka yang menyatakan bahwa Rosululloh dilahirkan pada bangsa Arab, karena bangsa Arab adalah bangsa yang paling biadab adalah ungkapan yang konyol, yang dilakukan oleh orang-orang yang membenci Islam seperti para misionaris, seperti yang dilakukan dan diucapkan oleh christian snouck hurgrunye ketika ditugaskan pemerintah belanda untuk memecah umat Islam pada jaman penjajahan dulu.</p>
<p>Rosululloh diturunkan dan berasal dari bangsa arab quraisy, karena bangsa arab pada saat itu adalah bangsa yang terbaik. Maka yang benar dan pasti pada jaman jahiliyah adalah jaman yang penuh kegelapan di seluruh umat manusia. Sekarang terserah kita bapak/ibu mau percaya dengan <strong>snouck hurgrunye</strong> atau lebih percaya kepada Rosululloh.</p>
<p>Kemudian kalau Bapak/Ibu tanyakan kepada saya, ustadz apakah tidak ada nilai-nilai luhur yang berkembang pada bangsa-bangsa seperti itu ? maka jawabannya adalah ada. Akan tetapi nilai-nilai luhur, nilai-nilai agung yang masih terdapat dalam kehidupan mereka tidak lagi didasari dengan nilai-nilai agama, tidak lagi didasari dengan ajaran-ajaran agama, maka ketahuilah sesuatu yang tidak lagi di dasari oleh nilai-nilai agama, tidak lagi didasari oleh ajaran-ajaran agama, maka yang terjadi dari keputusan-keputusan mereka, pandangan-pandangan mereka, cara pandang mereka, akan selalu berada di tangan orang-orang yang zalim, akan selalu berada di tangan orang-orang yang jahil. Begitu juga kebijakan-kebijakan, kebijaksanaan-kebijaksanaan yang mereka buat, dan mereka terapkan, baik untuk diri mereka sendiri, keluarga mereka, masyarakat mereka, akan selalu berada pada tangan orang-orang yang jahat, selalu  ada di tangan orang-orang yang batil.</p>
<p>Di tengah-tengah keadaan yang seperti itulah, Allah SWT memberikan anugrahNya yang teragung bagi zaman dan seluruh penduduk bumi tanpa terkecuali, yaitu dengan lahirnya seorang Sayyidul Mursalin wa khotamun Nabiyyin, Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW.</p>
<p>Tak terhitung banyaknya manusia yang terangkat derajatnya berkat kehadiran beliau, berkat kedudukan Beliau di sisi Tuhannya. Salahsatu contoh karunia yang tak ternilai harganya adalah, bahwa apa yang dibawa Nabi, telah mengangkat harkat derajat kaum wanita dari sejarah kelam umat manusia yang telah menghinakan mereka. Salahsatu contohnya adalah, darajat seorang ibu yang diletakkan dalam kedudukan yang amat mulia, baik dihadapan anaknya, suaminya, maupun keluarga besarnya. Tak terhitung jumlah kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita Sebab kelahiran Beliau.</p>
<p>Baginda Nabi Muhammad SAW adalah penyampai wahyu dari Allah SWT, kepada beliau mukjizat Al-Qur’an diturunkan, yang merupakan <em>Hudallinas wa bayyinatil minal huda wal furqon</em>, menjadi petunjuk manusia, menjadi penjelas manusia, juga sebagai pembeda antra yang hak dan yang batil. Nabi Muhammad SAW tidak hanya di utus untuk segolongan manusia saja, namun Nabi Muhammad SAW datang untuk menyeru seluruh alam kepada keagungan dan kebesaran Allah SWT, serta menyeru umat manusia untuk masuk ke dalam agama Allah SWT.</p>
<p>Tugas kerosulan yang Beliau pikul sangatlah berat di tengah seluruh manusia bumi tanpa akhlaq, tanpa rasa malu. Tetapi Beliau tetap bertahan dengan kegigihan yang tak pernah kendur dan kecintaan yang tak pernah pudar.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Sungguh telah datang kepadamu seorang rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantung dan penyayang terhadap orang-orang beriman&#8221;</em> (Attaubah ayat 128)</p>
<p>Dialah Rosululloh SAW, rahmat yang menjadi anugrah. Dia telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan memberikan nasihat kepada umat. Dia berjihad di jalan Allah hingga ajal datang menjemput. Dia tidak pernah berbicara kecuali kebenaran, dan tidak pernah melakukan sesuatu kecuali kebaikan. Akhlaqnya indah, budi pekertinya menawan, disertai kharisma yang berwibawa dan perangai yang menyantuni. Dialah Muhammad SAW rahmat yang dihadiahkan kepada umat ini.</p>
<p>Sepanjang hidup nya, tak sedikit pun Beliau bergeser dari tujuan hidupnya yang mulia, dan tak pernah sedikit pun Beliau melanggar ikrarnya kepada Allah SWT.  Belum lagi lagi datang sepertiga yang akhir dari malam, Beliau bangkit berdiri, berwudhu, dan bermunajat kepada Allah, lalu sholat sambil menangis. Sungguh teladan yang paripurna.</p>
<p align="center"><em>“Sungguh telah ada pada diri Rosululloh suatu contoh yang baik”</em></p>
<p>Dalam Kitab Simtuduror karangan Al-Alamah Al-Habib Ali Bin Muhammad, bin Husen Al-habsyi, kelahiran dan keagungan Rosululloh Muhammad begitu indah digambarkan dalam syairnya:</p>
<p>Ya Laqolbin….</p>
<p>Maasyirol hadirin Rohimakumullah</p>
<p>Bulan Robiul Awal, bulan di mana Rosululloh dilahirkan, sudah lama berlalu, sekarang kita telah berada diujung akhir bulan Robiul Tsani. Tetapi peringatan Kelahiran Beliau tetap semarak dan terus diperingati oleh kita, sebagai tanda rasa syukur kita dengan kelahiran Beliau. Akan tetapi, bagaimana keadaan hati-hati kita dalam mencintai Nabi Muhammad SAW? Sudah meningkat rasa cinta kita kepada Allah, dan kepada beliau? Apakah Allah dan Rosululloh sudah kita cintai melebihi cinta kepada diri kita, dan melebihi cinta kita kepada mahluk apapun? Apabila disebut nama beliau, sudahkah hati kita bergetar, dan memendam rasa rindu yang teramat sangat? Sudahkan beliau kita jadikan tonggak perilaku kita dalam kehidupan kita sehari-hari? Sudahkah dengan peringatan Maulid ini kita semakin cinta, dan sangat bersemangat dalam mengikuti syariat yang Beliau bawa, dan Beliau terima dari Tuhannya?</p>
<p>Katakan olehmu Wahai Muhammad, sampaikan olehmu wahai Muhammad, kepada seluruh hamba-hamba Allah, kalau betul kalian beriman kepada Allah, kalau betul kalian beriman kepada Nabi Muhammad, jika betul kalian beriman kepada para malaikat, <em>Fattabi’uni</em>, maka ikutilah Nabi Muhammad SAW, bukan ikuti apa-apa, melainkan ikuti syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Itulah yang disebut rahmat Allah, <em>wa maa arsalnaka illa rahmatan lilalamin</em>, tidak kami utus engkau ya Muhammad, melainkan semata-mata untuk menjadi rahmat Allah dalam bentuk syariat.</p>
<p>Tidak mungkin orang hanya bersholawath masuk surga bapak/ibu, tidak mungkin orang hadir sebatas maulid kemudian Allah janjikan baginya surga, di mana orang itu tidak sembahyang, tidak menuntut ilmu, tidak memberi zakat, tidak berakhlaqul karimah, tidak kenal Nabi, tidak kenal ulama, tidak mungkin bapak ibu, yang ada mereka hanya sebaliknya, menyakiti Allah, dan menyakiti Rosululloh. Karena setelah hadir dalam maulid mereka bermaksiat lagi kepada Allah, mereka meremehkan syariat yang dibawa Rosululloh, mereka meremehkan sunnah-sunnah Rosululloh SAW.</p>
<p>Perayaan Maulid ini Bapak/Ibu, baru kita mengungkapkan kepada Beliau tanda-tanda kita cinta kepada Beliau, Bapak/Ibu rohimakumullah. Sering dan selalu saya tanyakan, Apakah Bapak/Ibu mencintai Rosululloh? Yah pasti jawabannya seperti itu…Apakah Bapak/Ibu dicintai oleh Rosululloh? Nah inilah yang harus kita pikirkan, inilah yang harus kita khawatirkan. kita sangat mencintai Rosul, tapi jarang kita tanyakan apakah Rosululloh mencintai kita…apakah kita yaqin Rosulloh mencintai kita tapi dunia masih menjadi proritas pencapaian kita, apakah kita yaqin Rosululloh mencintai kita, tapi akhlaqul karimah masih kita anggap sesuatu yang remeh, sedangkan Rosululloh menyatakan “<em>Innama buistu liutamimma makarimal akhlaq, aku diutus untuk menjadi penyempurna akhlaq yang baik</em>”. Apakah kita yaqin dicintai Rosululloh, sedangkan perjalanan hidup Nabi, Suka-duka perjuangan Nabi, sifat-sifat Nabi, apa yang disuka oleh Nabi, apa yang tidak disuka oleh Nabi, kita sama sekali tidak mengetahui, bahkan cenderung tidak perduli. Bahkan untuk besrholawath setiap hari kepada Rosululloh saja jarang, dan segan rasanya bersholawath kepada beliau ketika nama beliau disebutkan. Bukankah begitu bapak ibu?</p>
<p>Sekali lagi Bapak/Ibu perayaan Maulid baru hanya mengungkapkan cinta kita kepada Beliau, maka cinta yang sebenarnya adalah menikahi syariat yang Belia bawa, menjalankan perintah Nabi Muhammad SAW. Itulah yang diartikan cinta, itulah yang dimaksud Firman Allah, <em>Qul in kuntum tuhibbunallah fattabi’uni&#8230;</em> Dan yang dimasud rahmat Allah adalah syariat, yaitu menjalankan syariat Allah yang dibawa oleh Rosululloh Muhammad SAW.</p>
<p>Maka termasuk suatu kesalahan yang amat besar dan sungguh fatal, apabila kita mengatakan <em>“cukup kita mencintai Allah saja”</em>. Atau sebagian dari mereka mengatakan <em>”Haruskah kita melewati pintu Rasululloh? Ketahuilah, bahwa kami akan langsung menuju Allah tanpa perantara siapa pun.”</em></p>
<p>Sungguh, sungguh suatu kesalahan yang amat besar dan sungguh fatal,</p>
<p>Begitu juga kesalahan yang fatal kalau kita menyakini cukup dengan perayaan Maulid Beliau saja, kita merasa sudah mencintai Beliau, dan merasa berhak mendapat <em>syafaatul uzma</em> beliau nanti di akhirat.</p>
<p>Maka tidak diragukan lagi Rosululloh Muhammad SAW adalah anugrah yang paling agung yang Allah limpahkan untuk umat ini, dialah penutup para Nabi dan rosul, dan Allah menyaksikan baginya bahwa ia benar-benar berakhlaq yang luhur.</p>
<p><em>                    &#8220;dan sesungguhnya engkau benar-benar berakhlaq yang luhur&#8221; (Al-Qolam ayat 4)</em></p>
<p>Mungkin inilah yang saya bisa sampaikan dalam kesempatan yang baik ini, semoga apa yang bisa sampaikan walaupun sedikit dapat bermanfaat buat diri kita. Dan ucapan terimakasih kepada Ustadz Utun Sanjaya yang telah memberikan waktu dan kesempatan buat saya, hingga dapat bersilaturahmi dan bertawajuh kepada Bapak/Ibu, saudara, pemuda, remaja, dan anak-anak generasi pejuang Rosululloh, hingga mudah-mudahan silaturahmi dapat memberikan atsar yang baik, terkhusus buat saya.</p>
<p>Dan kita doakan kepada Bapak Ust.beserta seluruh keluarga, terkhusus buat anak beliau yang juga murid dan sahabat saya, yang telah sedang membangun dan mengembangkan majelis talim, yang bernama majelis talim nurul irfan ini. Semoga apa yang sedang beliau usahakan demi membangun generasi Qur’ani, membangun remaja dan pemuda Allah dan Rosululloh, Allah mudahkan jalannya, Allah gampangkan urusannya, Allah alirkan rezekinya hingga tidak kendali dalam membangun kebaikan, dan benar-benar Allah jadikan niat yang baik dan tempat yang baik ini benar-benar menjadi ladang amal buat beliau dan buat kita yang berada di sekeliling tempat ini.</p>
<p>Mari apa Bapak/Ibu kita bantu apa yang sedang beliau usahakan, baik tenaga kita, pikiran kita, maupun sedikit rezeki dari kita. Tentulah apa yang sedang beliau bangun dan usahakan , tidak akan berjalan baik tanpa dukungan kita, apalagi yang tinggal di sekeliling tempat ini dan merasakan manfaat untuk anak-anak kita.</p>
<p>Mari kita mudahkan jalan beliau, agar majelis talim Nurul Irfan ini dapat terus berkembang, dan melahirkan generasi pejuang dan pembela agama Allah, bahkan dapat menjadi sebuah pondok pesantren.</p>
<p>Terakhir, apa yang sedang kita laksanakan malam ini, semoga Allah jadikan peringatan Kelahiran Kekasih Allah SWT, menghasilkan atsar yang baik buat diri kita, dan benar-benar Allah Taala jadikan diri kita para pecinta dan pembela Rosululloh, para pecinta dan pembela agama Allah.</p>
<p>Ya Allah sampaikanlah sholawat dan salam kami kepada Rosululloh, dan saksikanlah kami bagian dari umat-umat beliau yang terpilih, dan jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang berdiri dan berbaris di bawah bendera Rosululloh, dan memperoleh syafaatul uzma Beliau.</p>
<p dir="RTL">اللّهُمَ بِحُرْمَةِ سيّدنا محمد النبي الكريم وعلى اله واصحابه السَّالِكِين لِنَهْجِيْهِ القَوِيْم, اِجْعلنا يا الله مِنْ خِيَارِ اُمّته, وَاحْشُرْنا غَدًا في زُمْرَتِه وَاحْيِناَ مُسْتَمْسِكِيْن بطاعته ومَحَــــبَّتِهِ وَاَمِتْناَ على سُـــــــنَّتِهِ وَجَمَاعَتِهِ.</p>
<p dir="RTL">اللّهم انا نسئلك بجاه النبى المصطفى واله اهل الصّدْقِ والوَفىَ كن لنا مُعِيْناً ومُشْفِعًا. اللهم انا نسئلك ونتوسَّلُ اليك بنبيك المختار, واله الاطهار واصحابه الاخيار . كفّر عنّا الذنوب و الاَوْزَار , واجمع بيننا وبينه فى الدار القرار برحمتك يا عزيز يا غفار والحمد لله رب العالمين.</p>
<p>Ilahi Bijahil Anbiyaa&#8230;.</p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/khutbahpidato/'>Khutbah/Pidato</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=115&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/anugrah-yang-teragung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahmat Yang menjadi Anugrah</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/rahmat-yang-menjadi-anugrah/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/rahmat-yang-menjadi-anugrah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 05:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah/Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Yang disampaikan Di MT. Assyabab Mampang Hari Minggu 20 Maret 2011 اَلحَمْدُ لِلّهِ نَسْتَعِيْـنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِالله ُفَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمِن يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ الله, اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=112&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW<br />
Yang disampaikan Di MT. Assyabab Mampang<br />
Hari Minggu 20 Maret 2011</p>
<p style="text-align:right;">اَلحَمْدُ لِلّهِ نَسْتَعِيْـنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِالله ُفَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمِن يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ الله, اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الْمِيْعَادِ. اَمَّا بَعْدُ.<br />
قال الله تعالى فى القران الكريم:<br />
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم<br />
قل ان كنتم تحبون الله فاتبعونى يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم والله غفور رحيم<br />
وقال نبي صلى الله عليه واله والسلم:<br />
من عظم مولدى كنت شفيعاله يوم القيامة. ومن انفق درحمـا فى مولدى فكانما انفق جبلا من ذهب فى سبيل الله.</p>
<p>Hadrotil mukarram wa muhtarom para alim ulama, para kiai, para asatidzah, para hujaj, dan para tokoh masyarakat. Wa bil khusus orang tua kita, guru kita bersama, Adda’I ilallah wa Rosulih, mujahid fi sabilillah, Al-Habib …….…………., serta para asatidz, para kiai yang sama-sama kita hormati, dan saya tidak sebutkan satu-persatu, tetapi tidak mengurangi hormat dan ta’zim saya, semoga selalu dimuliakan oleh Allah SWT.</p>
<p>Dan wabil khusus untuk Shohibul Maulidurrosul, saudara saya, temen seperjuangan saya, yang telah mengundang saya untuk hadir pada tempat yang penuh barokah ini, dan keluarga besar orang tua saya, yang semoga Allah terima segala amal ibadah, Allah terangi akan kuburnya, dan Allah jadikan kuburnya Roudhoh min riyadhil jannah. Dan seluruh jamaah, panitia peringatan Maulid Nabi, dan Bapak-Ibu muhibbin lillah wa rosulih, yang juga mudah-mudahan selalu dimuliakan oleh Allah SWT. Amin.</p>
<p><span id="more-112"></span></p>
<p>Alhamdulillah, hari ini, di malam hari yang cerah ini, kita berada pada tempat yang penuh barokah ini. Karena malam ini kita bersama Rosululloh, malam ini kita bersama Habibullah, dalam rangka memperingati kelahiran Beliau, kelahiran junjungan alam, Nabi Besar Muhammad SAW. Karena kelahiran beliau merupakan nikmat yang paling besar, merupakan puncak kenikmatan yang dirasakan khusus bagi umat manusia akhir zaman, da khusus bagi yang terpilih sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Beliau Sang pembawa peringatan, Sang pembawa kabar gembira. Beliau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, membuka mata yang buta, membuka telinga yang tuli, serta menggugah hati nurani yang lalai. Dengan adanya Nabi Muhammad, Alhamdulillah kita tidak salah memilih Tuhan, kita tidak slah memilih agama, kita tidak salah memilih jalan, kita menjadi seorang mukmin dan mukminah. Beliau mengajarkan kita akhlaq, sehingga kita menjadi mahluk yang terpuji dan dipuji oleh Allah, Beliau menjadikan kita menjadi mahluk yang beradab dan bermartabat, sehingga kita pantas menduduki jabatan sebagai khalifah di muka bumi ini.</p>
<p>Tak terhitung banyaknya manusia yang terangkat derajatnya berkat kehadiran beliau, berkat kedudukan Beliau di sisi Tuhannya. Salahsatu contoh karunia yang tak ternilai harganya adalah, bahwa apa yang dibawa Nabi, telah mengangkat harkat derajat kaum wanita dari sejarah kelam umat manusia yang telah menghinakan mereka. Salahsatu contohnya adalah, darajat seorang ibu yang diletakkan dalam kedudukan yang amat mulia, baik dihadapan anaknya, suaminya, maupun keluarga besarnya. Tak terhitung jumlah kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita Sebab kelahiran Beliau.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW lahir pada era jahiliyah, era di mana kerusakan dan kegelapan telah benar-benar menyelimuti muka bumi. Kejahatan, kebodohan, dan kedzaliman merajalela di seluruh penjuru bumi. Tamsil yang bisa kita bayangkan saat itu, sebagai contoh jika seorang suami meninggal, istrinya juga akan dikuburkan pula bersama jasad sang suami, bahkan tidak jarang seorang istri dibakar hidup-hidup setelah kematian sang suami. Bahakan perilaku mereka saat itu telah melebihi perilaku binatang sekalipun. Di semenanjung Arab, para bayi perempuan yang lahir akan dikubur hidup-hidup. Alasan mereka melakukan hal biadab tersebut, mereka kuatir jikalau anak perempuan tersebut kelak akan membuat aib bagi keluarganya.</p>
<p>Kalau ditanyakan apakah ada nilai-nilai luhur yang berkembang pada masyarakat seperti itu ? maka jawabnanya adalah ada. Akan tetapi nilai-nilai luhur yang masih terdapat dalam kehidupan mereka tidak didasari dengan nilai-nilai ajaran agama, hingga yang terjadi dari keputusan-keputusan mereka, selalu berada di tangan orang-orang zalim, kebijakan dan kebijaksanaan mereka, selalu  ada di tangan orang-orang batil.</p>
<p>Bapak, Ibu, hadirin Rohimakumullah, bagaimana dengan keadaan sekarang, ketikia banyak keputusan, kebijakan dan kebijaksanaan tidak di dasarkan pada nilai-nilai agama?</p>
<p>Ini PR dari saya mohon di jawab di rumah ajha nanti.</p>
<p>Di tengah-tengah keadaan yang seperti itulah, Allah SWT memberikan anugrahNya yang teragung bagi zaman dan seluruh penduduk bumi tanpa terkecuali, yaitu dengan lahirnya seorang Sayyidul Mursalin wa khotamun Nabiyyin, Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW.</p>
<p>Baginda Nabi Muhammad SAW adalah penyampai wahyu dari Allah SWT kepada seluruh alam. Nabi Muhammad SAW tidak hanya di utus untuk segolongan manusia saja, namun Nabi Muhammad SAW datang untuk menyeru alam kepada keagungan dan kebesaran Allah SWT, serta menyeru umat manusia untuk masuk ke dalam agama Allah SWT.</p>
<p>Tugas kerosulan yang Beliau pikul sangatlah berat di tengah masyarakat tanpa akhlaq, masyarakat tanpa rasa malu. Tetapi Beliau tetap bertahan dengan kegigihan yang tak pernah kendur dan kecintaan yang tak pernah pudar.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Sungguh telah datang kepadamu seorang rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantung dan penyayang terhadap orang-orang beriman&#8221;</em> (Attaubah ayat 128)</p>
<p>Dialah Rosululloh SAW, rahmat yang menjadi anugrah. Dia telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan memberikan nasihat kepada umat. Dia berjihad di jalan Allah hingga ajal datang menjemput. Dia tidak pernah berbicara kecuali kebenaran, dan tidak pernah melakukan sesuatu kecuali kebaikan. Akhlaqnyaindah disertau kharisma yang berwibawa dan perangai yang menyantuni. Dialah rahmat yang dihadiahkan kepada umat ini.</p>
<p>Sepanjang hidup nya, tak seujung rambut pun Beliau bergeser dari tujuan hidupnya yang mulia, dan tak pernah sedikit pun Belieu melanggar ikrarnya kepada Allah SWT.  Belum lagi lagi datang sepertiga yang akhir dari malam, Beliau bangkit berdiri, berwudhu, dan bermunajat kepada Allah, lalu sholat sambil menangis. Sungguh teladan yang paripurna.</p>
<p align="center"><em>“Sungguh telah ada pada diri Rosululloh suatu contoh yang baik”</em></p>
<p>Dalam Kitab Simtuduror karangan Al-Alamah Al-Habib Ali Bin Husen  Al-habsyi, kelahiran dan keadaan beliau pun begitu indah digambarkan dalam syairnya:</p>
<p>Ya Laqolbin….</p>
<p>Maasyirol hadirin Rohimakumullah</p>
<p>Kini kita telah berada pada bulan di mana Rosululloh dilahirkan. Bagaimana keadaan hati-hati kita dalam mencintai nabi Muhammad SAW? Sudah meningkat rasa cinta kita kepada beliau? Apakah Rosululloh sudah kita cintai melebihi cinta kepada diri kita, dan melebihi cinta kita kepada mahluk apapun? Apabila disebut nama beliau, sudahkah hati kita bergetar, dan memendam rasa rindu yang teramat sangat? Sudahkan beliau kita jadikan tonggak perilaku kita dalam kehidupan kita sehari-hari?.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda:</p>
<p align="center"><em>“Tidak beriman seorang di antara kalian sebelum kecintaan terhadap diriku melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri”.</em></p>
<p>Wahai pencinta Rasululloh, perhatikanlah ucapan beliau ini. Rasululloh menafikan keimanan seseorang apabila kecintaannya terhadap Nabi Muhammad SAW belum melebihi kecintaannya terhadap diri dirinya sendiri.</p>
<p>Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa Rasululloh mengaminkan doa yang dibacakan oleh malaikat Jibril. Saat itu Baginda Rosululloh SAW berada di atas mimbar. Doa malaikat Jibril kala itu adalah: “Semoga Allah menjauhkan rahmatNya, bagi siapa-siapa yang apabila disebutkan namamu kepadanya, namun orang itu tidak bersholawat kepadamu. Aminkan doa ini wahai kekasih Allah Muhammad.!” Nabi pun mengatakan Amin. Kenapa malaikat Jibril berdoa seperti itu? Apakah sebabnya semua ini?</p>
<p>Perhatikan…!</p>
<p>Kita disunnahkan mengucapkan Rhodiyallahu anhu apabila disebutkan nama sahabat Rasululloh SAW. Namun tidak berdosa apabila tidak melakukannya. Kita juga disunnahkan menyebutkan Alayhissallam ketika disebutkan nama-nama Nabi sebelum Rasululloh SAW. Namun juga tidak berdosa kalau tidak melakukannya. Begitu juga ketika kita disebutkan nama Allah, kita disunnahkan untuk membesarkannya dengan mengatakan Azza wa Jalla atau mengucapkan Subhanallah wa Ta’ala, atau mengatakan Jalla Jalaluhu. Namun tidak dijanjikan sanksi amuapun siksa bagi siapa yang tidak berbuat demikian.</p>
<p>Namun akan dijanjikan sebuah sanksi yang berat, kepada siapa-siapa yang tidak bersholawath ketika nama beliau Muhammad SAW disebutkan. Apakah yang menjadi hal ini sehingga begitu istimewanya baginda nabi Muhammad.? Sebabnya adalah, karena beliau merupakan washilah, antara kita dan hubungan kita dengan sang pencipta yaitu Allah Jalla jalaluhu.</p>
<p align="center"><em>“Sekikir-kikirnya manusia di sisi Allah, jika disebutkan di sisinya namaku, dia tidak mengucapkan sholawath bagiku”</em></p>
<p>Maka termasuk suatu kesalahan yang amat besar dan sungguh fatal, apabila kita mengatakan <em>“cukup kita mencintai Allah saja”</em>. Atau sebagian dari mereka mengatakan <em>”Haruskah kita melewati pintu Rasululloh? Ketahuilah, bahwa kami akan langsung menuju Allah tanpa perantara siapa pun.”</em></p>
<p>Sungguh, sungguh suatu kesalahan yang amat besar dan sungguh fatal.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p align="center"><em>“Katakanlah Wahai Muhammad, jikalau kalian mencintai Allah, maka ikutikah jalanku (yaitu jalan Nabi Muhammad SAW), niscaya Allah akan mencintai kalian, dan mengampuni segala dosa-dosa yang telah kalian perbuat”.</em></p>
<p>Maka hubungan dengan Allah SWT akan terjadi sebab hubungan kita dengan Rasululloh, yaitu dengan mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad. SAW. Barometernya adalah hadits Nabi yang artinya;</p>
<p align="center"><em>“Seseorang tidak dapat dikatakan beriman sebelum kecintaannya terhadap diriku melebihi kecintaannya terhadap diri sendiri”.</em></p>
<p>Tujuan dari perayaan mauled tersebut adalah menanamkan dalam hati kita rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW. Memperdalam hakikat cinta kepada nabi Muhammad SAW. Menyadarkan betapa pentingnya mengikuti sunnah beliau, dan betapa pentingnya mengucapkan salam dan sholawath kepada beliau. Menggali terhadap apa-apa yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Lebih dekat mengenal sosok beliau, dan masih banyak lagi aspek-aspek yang dapat kita gali dari peringatan kelahiran beliau.</p>
<p>Karena sesungguhnya Ujian yang sebenarnya dari cinta kepada Rosululloh SAW adalah sejauhmana kedekatan seseorang dengan ajaran-ajarannya, kepedulian terhadap ajaran-ajarannya, serta perhatian akan sunnah-sunnahnya.</p>
<p>Cinta kepada Rosululloh SAW adalah ukuran keimanan. Maka barang siapa ingin menguji kadar keimanannya, hendaklah ia merasakan seberapa besar kecintaaannya kepada Nabi Besar Muhammad SAW, junjungan kita. Apakah ia mencintai dengan cinta sejati dan sempurna? Apakah ia mencintainya lebih dari cinta kepada hartanya? Melebihi cinta kepada putranya, atau bahkan lebih dari cinta kepada dirinya sendiri</p>
<p>Kita memuji Allah, yang telah memuliakan kita dengan karunia ini dan telah mengistimewakan kita dengan manusia terbaik yang pernah ada. Dia telah mengutus bagi kita mahluk yang termulia di sisiNya. Dialah pemimpin para rosul, seorang yang jujur, pemberi petunjuk, dan seorang yang terpercaya, penutup para Nabi dan Rosul.</p>
<p>Maka tidak diragukan lagi Rosululloh Muhammad SAW adalah anugrah yang paling agung yang Allah limpahkan untuk umat ini, dialah penutup para Nabi dan rosul, dan Allah menyaksikan baginya bahwa ia benar-benar berakhlaq yang luhur.</p>
<p align="center"><em>&#8220;dan sesungguhnya engkau benar-benar berakhlaq yang luhur&#8221; (Al-Qolam ayat 4)</em></p>
<p>Beliau dipuji oleh Allah SWT karena akhlaqnya. Beliau dijadikan pemimpin seluruh manusia kerana akhlaqnya. Dan seluruh alam simpatik kepada beliau karena akhlaq dan perangainya yang terpuji. Maka dengan perayaan mauled ini kita menjadikan Rasululloh sebagai contoh dan teladan dalam segala hal.</p>
<p>Maasyirol hadirin Rohimakumullah</p>
<p>Rasululloh SAW datang sebagai penutup bagi semua risalah samawi, jadi beliau adalah penutup para Nabi dan rosul. Beliau telah diangkat menjadi Nabi ketika Adam masih berupa tanah. Rasululloh bersabda:</p>
<p align="center"><em>“Sesungguhnya aku hamba Allah yang merupakan penutup para Nabi ketika Adam masih berupa tanah&#8221; (HR. Ahmad Alhakim dan Ibn Hibban)</em></p>
<p>Dan dalam firman Allah Taala :</p>
<p align="center"><em>“Muhammad itu bukanlah Bapak seseorang di antara kamu, tetapi ia adalah Rasululloh dan penutup para Nabi, dan Maha mengetahui segala sesuatu”  (Al-Ahzab ayat 40)</em></p>
<p>Jadi bukan bermakna cincin para Nabi sebagaimana yang diungkapkan oleh orang-orang kafir.untuk mengartikan perkataan <em>khotama </em>harus melihat sambungan-sambungan dari perkataan itu. Umpamanya, mari saya misalkan:</p>
<ol>
<li>Kalau saya katakana “<em>Labisal khotam”</em> maka artinya memakai cincin</li>
<li>Kalau dikatakan “<em>khotamul kitab”</em> maka artinya menamatkan kitab</li>
<li>Kalau dikatakan <em>“husnul khotimah”</em> artinya kesudahan umur yang baik.</li>
<li>Kalau dikatakan <em>“khotamun nabiyyin”</em> maka tidak ada arti lain kecuali penutup para nabi.</li>
</ol>
<p>Maka janggal sekali kalau dikatakan bahwa Nabi Muhammad itu adalah “cincin para Nabi” apa artinya itu? Pendeknya tafsir kaum qodiyani laknatullah alayhi adalah tafsir omong kosong dan tidak berdasarkan hadits-hadits Nabi.</p>
<p>Banyak sekali hadits-hadits Nabi yang memperkuat bahwa tidak ada Nabi setelah Baginda nabi Muhammad SAW, yang dapat saya kutif sebagai berikut:</p>
<p align="center"><em>“Bani Israil diperintah oleh Nabi-Nabi. Setiap wafat Nabi lantas diganti oleh Nabi yang lain, tetapi sesudah saya tidak ada lagi Nabi”. (HR. Bukhori)</em></p>
<p>Dalam hadits yang lain Rosululloh bersabda:</p>
<p align="center"><em>“Akan ada pendusta 30 orang, semuanya mengaku Nabi, dan aku adalah Nabi penghabisan tidak ada lagi Naqbi sesudahku”. (HR. Tirmidzi)</em></p>
<p>Dan berbicara kasus ahmadiyah yang terjadi di Indonesia sekarang ini, Kasus ini adalah rentetan panjang. Yang mana kalau terjadi kasus-kasus semacam ini Islam selalu diposisikan sebagai tertuduh satu-satunya.  Dan sekelompok orang dari dalam umat Islam sendiri tampaknya senang Islam jadikan tertuduh.</p>
<p>Yang jelas masalahnya makin kemana-mana, bahkan bisa menambah rasa umat yang selama ini menahan diri lantaran keyakinan agamanya ternista oleh sekelompok umpan kemarahan sebagiannya.</p>
<p>Siapa yang tidak marah, saya pun marah, lantaran marah juga pertanda Iman danh Islam masih bersemi. Bagi yang tidak marah, berarti keimanannya sudah mati. Namun Islam melarang pelampiasan amarah yang membabi buta. Di laga sepakbola pun sering jatuh korban, tapi kalau berkaitan dengan Islam, mereka yang merasa Islam pun menyalahi keislamannya. Ini kan aneh.</p>
<p>Pandeglang maupun daerah yang lain, tidak akan membara kalau kelompok Ahmadiyah laknatullah pun tidak mengumpan kemarahan, pemerintah pun harus bersikap tegas, Indonesia memang bukan Pakistan, tetapi Islam adalah mayoritas, masa tidak mampu belajar dari Pakistan, mengambil sesuatu yang baik demi kemaslahatan mayoritas dan terjaganya minoritas, jadi bukan masalah berasaskan Islam atau tidak.</p>
<p>Yang dianut ahmadiyah itu bukan ajaran Islam. Islam sudah final tidak ada Nabi terakhir kecuali Nabi Muhammad SAW. Kalau ada yang mengakui Nabi selain Nabi Muhammad maka itu bukan Islam.</p>
<p><strong>Ahmadiyah Harus Keluar dari Islam</strong></p>
<p>Dalam Halaqoh Ulama Se-Jawa dan Madura yang digelar oleh Majelis Silaturrahim Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia. Di Ponpes Sidogiri. Tiga rekomendasi dikeluarkan dalam forum tersebut, rekomendasi itu adalah:</p>
<ol>
<li>Kepada Pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah</li>
<li>Melarang segala bentuk penyebaran dan kegiatan ajaran ahmadiyah</li>
<li>Melarang penggunaan atribut Islam dalam segala macam aktivitas Ahmadiyah.</li>
</ol>
<p>Ahmadiyah ada dua macam. Pertama, aliran yang dikenal dengan sebutan Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) ini adalah gerakan aliran Lahore yang menganggap mirza ghulam ahmad hanya sebagai mujaddid, bukan seorang Nabi.</p>
<p>Yang Kedua, adalah Ahmadiyah Qodian, di Indonesia dikenal kelompok di bawah naungan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). Kelompok ini meyakini bahwa mirza ghulam ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Maka tanpa perlu ragu-ragu kita harus menganggap bahwa paham yang dibawakan oleh JAI adalah sesat dan menyesatkan dan bertentangan dengan faham umat Islam yang menganut ASWAJA.</p>
<p>Yang memang perlu kita garis bawahi, bahwa tindakan kekerasan terhadap ahmadiyah justru bisa kontraproduktif, karena bisa menguntungkan pihak ahmadiyah, yang terkesan selalu dizolimi. Fatwa MUI itu juga doianggap penzaliman terhadap ahmadiyah. Padahal kalau mau jujur yang melakukan kekerasan, memvonis kapir, memvonis sesat, justru datang dari ahmadiyah sendiri.</p>
<p>Secara logika begini:</p>
<p>Ahmadiyah meyakini ada nabi stelah Baginda Nabi Muhammad, apa mungkin orang yang meyakini kenabian seseorang, membiarkan orang lain tidak mempercayai, atau mencuekin nabi baru itu. Maka secara logika, pastilah mereka berusaha untuk meyakinkan orang supaya beriman kepada nabi yang baru itu. Demikian juga, kalau tidak percaya, ada konsekuensi yang akan menimpanya. Maka orang yang tidak percaya mereka sebut sebagai kafir.</p>
<p>Dari beberapa literature ahmadiyah ada kalimat yang mengkafirkan kita:</p>
<p><em>Man kaana yu’minu bi Musa wa lam yu’ minu bi Isa fahua kafir, wa man kaana yu’ minu bi Isa wa lam yu’ minu bi Muhammadin fahuwa kafir, wa man kaana yu’minu bi Muhammadin wa lam yu’minu bil masih al maw’ud mirza ghulam ahmad fahuwa kafir gholikun fil kufri.</em></p>
<p>Ajaran mirza ghulam ahmad laknatullah alayh yang lain adalah:</p>
<ol>
<li>Melarang menikah dengan non-ahmadiyah</li>
<li>Mereka juga tidak boleh diimani oleh orang non-ahmadiyah</li>
</ol>
<p>Inilah memang yang terlontar dari mulut dan tulisan orang ahmadiyah sendiri. Kenapa mereka tidak menyebutkannya, karena jelas tidak menguntungkan mereka. Nah kalau ahmadiyah sekarang tidak pernah mengngkapkan pendiriannya itu, itu karena mereka masih kecil . tapi jika suatu saat nanti mereka sudah kuat dengan komunitasnya yang selalu eksklusif seperti di Manislor Bogor  akan lain ceritanya. Kalau sudah menguasai suatu wilayah, mereka akan berani terus terang menilai tentang kita. Maka kalau mau adil sorot tindakan mereka kepada kita, jangan selalu tindakan kita kepada mereka.</p>
<p>Dari segi ajaran mereka, jelas bagi kita, ajaran yang meyakini adanya nabi baru setelah Muhammad SAW tidak bias dibenarkan, kendati tidak membawa syariat baru. Sebab, untuk apa Allah mengutus nabi baru kalau tidak membawa syariat baru. Jadi tidak ada tawar-menawar lagi tentang nubuwah Muhammad, sebagai nubuwah terakhir.</p>
<p>Dulu, misalanya, ada LDII yang dianggap eksklusif, sekarang ternyata mereka terbuka sekali dan bias menjalin kerjasama dengan umat Islam yang lain. Karena LDII dengan kita tidak ada perbedaan yang prinsipil terhadap masalah aqidah, Tuhannya sama, Nabinya pun sama, dan keyakinan tentang nubuwah pun sama. Beda dengan dengan ahmadiyah, kita berbeda dengan aqidah dengan mereka.</p>
<p>Peran Negara</p>
<p>Tugas Negara dalam Islam bukan sekjedar mengatur urusan dunia, tapi juga mengatur urusan akhirat atau keagamaan. Apalagi kalau urusan agama itu menyangkut masalah ketertiban dan menjaga dari hal yang menimbulkan keresahan, atau gejolak di masyarakat. Maka kewajiban Negara untuk turun tangan mengaturnya.</p>
<p>Kalau ahmadiyah ingin aman dari kejaran FPI atau ormas Islam lainnya, ahmadiyah harus menyatakan diri keluar dari Islam dan bertindak atas nama dirinya sendiri. Kalau tidak mau Negara wajib melindungi agama lain dari penistaan dan penodaan oleh kelompok lain. Dan ahmadiyah harus dibubarkan.</p>
<p>Maasyirol hadirin Rohimakumullah</p>
<p>Datangnya bulan mauled, maka secara otomatis hiduplah rasa kecintaan kita terhadap Rasululloh SAW. Namun hal itu janganlah hanya sehari dalam setahun. Dalam hal ini saya pribadi sependapat dengan saudara-saudara kita yang mengatakan bahwa tidak harus mengadakan peringatan mauled hanya pada satu malam dalam setahun.</p>
<p>Dapat kita katakana kepada mereka: “Iya memang benar pendapat anda, dan kita ucapkan terimakasih”. Apa yang dikatakan oleh mereka adalah benar. Justru kita harus merayakan mauled Nabi Muhammad SAW sepanjang tahun, sepanjang hari, sepanjang waktu, dan sepanjang nafas kita dalam kehidupan ini. Dan yang terpenting adalah kita lebih dituntut untuk menghidupkan tujuan dari diadakannya peringatan mauled itu sendiri. Hari ini peringatan mauled, semalam peringatan mauled, dan esok pun juga peringatan mauled. Tujuannya hanyalah satu, yaitu kita jadikan Rasululloh SAW selalu berada di dalam hati kita.</p>
<p>Maka ketahuilah saudara-saudaraku yang enggak suka mauled…maaf juga untuk ahmadiyah kalau ente bukan saudara ane…kita hanya satu bangsa saja.</p>
<p>Kecintaan itu tidak mungkin dapat tumbuh subur di dalam hati kita, kecuali dengan adanya sebuah ikatan. Maka salahsatu yang menjadi ikatan antara kita dengan Nabi Muhammad SAW adalah dengan adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maka teruskanlah dan hidupkanlah peringatan Maulid Nabi dalam hti kita, dalam diri kita, dalam kehidupan kita, dalam rumahtangga kita, dan dalam  masyarakat lingkungan kita.</p>
<p>Dengan adanya peringatan mauled, kita kembali mengawali komitmen kita terhadap dakwah Islam dalam hati kita, jiwa serta sanubari kita. Adakah di antara kita yang sadar tentang perkara dakwah dalam setiap individu kita? Mulai dari sholat, puasa zakat, haji serta amalan-amalan yang lainnya? Begitu juga apakah kita menyadari bahwa kita juga sebagai pembawa dan pelanjut Risalah suci Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan dan didakwahkan kepada orang lain? Dan apakah kita telah menyadarkan dan mengingatkan diri kita dan orang lain dari perbuatan-perbuatan yang dimurkai oleh Allah SWT?</p>
<p>Ingatlah…bahwa kita adalah umat Nabi yang pada malam hari kelahirannya telah berjatuhan berhala-berhala yang ada di muka bumi. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa dalam diri kita masih terdapat berhala-berhala yang terus kita pelihara? Padahal, sudah seharusnya berhala-berhala tersebut kita hancurkan , kita robohkan dan kita buang dari dalam diri kita. Berhala-berhala itu berupa kecintaan yang berlebihan terhadap dunia.</p>
<p>Pada malam kelahiran Nabi SAW, setan-setan dilempari dengan batu-batu oleh para malaikat. Hal ini menunjukkan bahwa setan adalah musuh yang nyata. Tapi sebagian dari kita tidakmau melempari dirinya untuk membuang setan dalam diri mereka sendiri, berupa kesombongan dan keangkuhan merasa diri paling benar.</p>
<p>Maka hendaknya marilah kita selalu memohon taufiq dan petunjuk kepada Allah untuk diri kita, keluarga kerabat, serta umat ini secara keseluruhan.</p>
<p>Wassalamualaikum. WR. Wb</p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/khutbahpidato/'>Khutbah/Pidato</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=112&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/rahmat-yang-menjadi-anugrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal dan Mencintai Rasululloh SAW</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/mengenal-dan-mencintai-rasululloh-saw/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/mengenal-dan-mencintai-rasululloh-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 05:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah/Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Khutbah Jumat Dikhutbahkan atau di sampaikan pada tanggal 4 Maret 2011 Assalamualaikum. WR. Wb اَلحَمْدُ لِلّهِ الذى خلق الانسان فى احسن تقويم. ثم رددناه اسفل سافلين إلا المؤمنين المخلصين. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادة تنجينا الى يوم الدين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الداع الى الحق والصراط المستقيم. اَللَّهُمَّ صَلِّ وسلم [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=109&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Khutbah Jumat<br />
Dikhutbahkan atau di sampaikan pada tanggal 4 Maret 2011<br />
Assalamualaikum. WR. Wb</p>
<p style="text-align:right;">اَلحَمْدُ لِلّهِ الذى خلق الانسان فى احسن تقويم. ثم رددناه اسفل سافلين إلا المؤمنين المخلصين. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادة تنجينا الى يوم الدين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الداع الى الحق والصراط المستقيم.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ وسلم وبارك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاصَحْابِهِ اجمعين . اَمَّا بَعْدُ.<br />
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَيُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ، وَمَنْ يُصَدِّقِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ،<br />
قال الله تعالى فى القران الكريم:<br />
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.<br />
قُلْ اِنَّمَا اَناَ بَشَرٌمِثْلُكُمْ يُوْحىَ اِلَيَّ اَنَّمَا اِلهَـُكُمْ اِلَهٌ وَاحِد&#8230;.</p>
<p>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah<br />
Alhamduillah, kita sekarang ini telah berada di Jumat terakhir di bulan Robiul awal, akan tetapi hingga hari ini, peringatan Kelahiran Rosululloh SAW, terus berkumandang di berbagai penjuru kampung, terus berkumandang di berbagai penjuru kota hingga seluruh pelosok tanah air. kelahiran beliau merupakan nikmat yang paling besar, merupakan puncak kenikmatan yang dirasakan khusus bagi umat manusia akhir zaman, dan khusus bagi kita yang terpilih sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Beliau Sang pembawa peringatan, Sang pembawa kabar gembira. Beliau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, membuka mata yang buta, membuka telinga yang tuli, serta menggugah hati nurani yang lalai. Dengan adanya Nabi Muhammad, Alhamdulillah kita tidak salah memilih Tuhan, kita tidak slah memilih agama, kita tidak salah memilih jalan, kita menjadi seorang mukmin dan mukminah. Beliau mengajarkan kita akhlaq, sehingga kita menjadi mahluk yang terpuji dan dipuji oleh Allah, Beliau menjadikan kita menjadi mahluk yang beradab dan bermartabat, sehingga kita pantas menduduki jabatan sebagai khalifah di muka bumi ini.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW lahir pada era jahiliyah, era di mana kerusakan dan kegelapan telah benar-benar menyelimuti muka bumi. Kejahatan, kebodohan, dan kedzaliman merajalela di seluruh penjuru bumi. Sungguh perbuatan mereka bahkan lebih kejam dari perbuatan binatang sekalipun.</p>
<p><span id="more-109"></span></p>
<p>Kalau ditanyakan apakah ada nilai-nilai luhur yang berkembang pada masyarakat seperti itu ? maka jawabannya adalah ada. Akan tetapi nilai-nilai luhur yang masih terdapat dalam kehidupan mereka tidak lagi didasari dengan nilai-nilai ajaran agama, maka yang terjadi, kalau sesuatu tidak lagi didasari nilai-nilai agama, keputusan-keputusan mereka, cara pandang  mereka, tindakan-tindakan mereka selalu berada di tangan orang-orang zalim, begitu juga kebijakan-kebijakan dan kebijaksanaan yang mereka buat, baik untuk masyarakat mereka, keluarga mereka, bahkan untuk diri mereka sendiri, selalu  berada di tangan orang-orang batil, selalu berada di tangan orang-orang yang jahil.</p>
<p>Di tengah-tengah keadaan yang seperti itulah, Allah SWT memberikan anugrahNya yang teragung bagi zaman dan seluruh penduduk bumi tanpa terkecuali, yaitu dengan lahirnya seorang Sayyidul Mursalin wa khotamun Nabiyyin, Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW.</p>
<p>Baginda Nabi Muhammad SAW adalah penyampai wahyu dari Allah SWT, kepada beliau mukjizat Al-Qur’an diturunkan, yang merupakan <em>Hudallinas wa bayyinatil minal huda wal furqon</em>, menjadi petunjuk manusia, menjadi penjelas manusia, juga sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Nabi Muhammad SAW tidak hanya di utus untuk segolongan manusia saja, namun Nabi Muhammad SAW datang untuk menyeru seluruh alam kepada keagungan dan kebesaran Allah SWT, serta menyeru umat manusia untuk masuk ke dalam agama Allah SWT.</p>
<p>Tugas kerosulan yang Beliau pikul sangatlah berat di tengah masyarakat tanpa akhlaq, masyarakat tanpa rasa malu. Masyarakat tanpa hati nurani, tetapi Beliau tetap bertahan dengan kegigihan yang tak pernah kendur dan kecintaan yang tak pernah pudar.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Sungguh telah datang kepadamu seorang rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantung dan penyayang terhadap orang-orang beriman&#8221;</em> (Attaubah ayat 128)</p>
<p>Dialah Rosululloh SAW, rahmat yang menjadi anugrah. Dia telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan memberikan nasihat kepada umat. Dia berjihad di jalan Allah hingga ajal datang menjemput. Dia tidak pernah berbicara kecuali kebenaran, dan tidak pernah melakukan sesuatu kecuali kebaikan. Akhlaqnya indah, budi pekertinya menawan, disertai kharisma yang berwibawa dan perangai yang menyantuni. Dialah Muhammad SAW rahmat yang dihadiahkan kepada umat ini.</p>
<p>Sepanjang hidup nya, tak sedikit pun Beliau bergeser dari tujuan hidupnya yang mulia, dan tak pernah sedikit pun Beliau melanggar ikrarnya kepada Allah SWT.  Belum lagi lagi datang sepertiga yang akhir dari malam, Beliau bangkit berdiri, berwudhu, dan bermunajat kepada Allah, lalu sholat sambil menangis. Sungguh teladan yang paripurna.</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>لقد كان لكم رسول الله اسوة حسنة</strong><strong></strong></p>
<p align="center"><em>“Sungguh telah ada pada diri Rosululloh suatu contoh yang baik”</em></p>
<p>Kedudukan Nabi Muhammad SAW memang sungguh luar biasa. Di dalam Al-Quran terdapat banyak ayat yang memuji Beliau, apakah dalam bentuk pujian langsung, seperti ayat yang menyatakan bahwa Nabi memiliki akhlaq yang sangat luhur, atau dalam bentuk penyebutan akan sifat-sifat terpuji Beliau. Allah memuji Muhammad dengan berbagai pujian karena keluhuran akan akhlak-nya (Surah Al-Qolam ayat 4); Allah memuji kepedulian Nabi dan kasih sayangnya kepada umat manusia, dalam Surah Attaubah ayat 108. Pengorbanan diri Nabi, dan tidak mementingkan diri demi kebahagiaan orang lain, Dalam Surah Thoha ayat:2-3. Selain itu Allah Swt memberi perhatian yang khusus kepada Nabi Muhammad saw jika ada sedikit saja  “masalah” yang dihadapinya sebagaimana yang terdapat dalam Surah Addhuha:1-3; dan Surah Alam Nasyroh:1-4.</p>
<p><strong>Maasyirol hadirin Rohimakumullah</strong></p>
<p>Rasululloh SAW datang sebagai penutup bagi semua risalah samawi, jadi beliau adalah penutup para Nabi dan rosul. Beliau telah diangkat menjadi Nabi ketika Adam masih berupa tanah. Rasululloh bersabda:</p>
<p align="center"><em>“Sesungguhnya aku hamba Allah yang merupakan penutup para Nabi ketika Adam masih berupa tanah&#8221; (HR. Ahmad Alhakim dan Ibn Hibban)</em></p>
<p>Dan dalam firman Allah Taala :</p>
<p align="center">ماكان محمد ابا احد من رجالكم ولكن رسول الله وختم النبين</p>
<p align="center"><em>“Muhammad itu bukanlah Bapak seseorang di antara kamu, tetapi ia adalah Rasululloh dan penutup para Nabi, dan Maha mengetahui segala sesuatu”  (Al-Ahzab ayat 40)</em></p>
<p>Jadi bukan bermakna cincin para Nabi sebagaimana yang diungkapkan oleh orang-orang kafir. Karena untuk mengartikan perkataan <em>khotama </em>harus melihat sambungan-sambungan dari perkataan itu. Umpamanya, mari saya misalkan:</p>
<ol>
<li>Kalau saya katakana “<em>Labisal khotam”</em> maka artinya memakai cincin</li>
<li>Kalau dikatakan <em>“husnul khotimah”</em> artinya kesudahan umur yang baik.</li>
<li>Kalau dikatakan <em>“khotamun nabiyyin”</em> maka tidak ada arti lain kecuali penutup para nabi.</li>
</ol>
<p>Maka janggal sekali kalau dikatakan bahwa Nabi Muhammad itu adalah “cincin para Nabi” apa artinya itu? Pendeknya tafsir kaum yang mengatakan “cincin para nabi” adalah tafsir omong kosong dan tidak berdasarkan hadits-hadits Nabi.</p>
<p>Banyak sekali hadits-hadits Nabi yang memperkuat bahwa tidak ada Nabi setelah Baginda nabi Muhammad SAW, yang dapat saya kutif sebagai berikut:</p>
<p align="center"><em>“Bani Israil diperintah oleh Nabi-Nabi. Setiap wafat Nabi lantas diganti oleh Nabi yang lain, tetapi sesudah saya tidak ada lagi Nabi”. (HR. Bukhori)</em></p>
<p>Dalam hadits yang lain Rosululloh bersabda:</p>
<p align="center"><em>“Akan ada pendusta 30 orang, semuanya mengaku Nabi, dan aku adalah Nabi penghabisan tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (HR. Tirmidzi)</em></p>
<p>Dan dalam hadits yang lain, Nabi memperkuat hadits di atas dengan Sabdanya:</p>
<p><em>“Tidak akan datang hari kiamat, hingga dibangkitkan dajal-dajal pembohong kurang lebih 30 orang, yang semuanya mendakwakan dirinya, bahwa ia Rosululloh (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)”</em></p>
<p>Dan berbicara kasus nabi-nabi palsu yang terjadi di Indonesia sekarang ini, Kasus ini adalah rentetan panjang. Yang mana kalau terjadi kasus-kasus semacam ini Islam selalu diposisikan sebagai tertuduh satu-satunya.  Dan sayangnya sekelompok orang dari dalam umat Islam sendiri tampaknya senang Islam jadikan tertuduh.</p>
<p>Yang jelas masalahnya makin kemana-mana, bahkan bisa menambah rasa umat yang selama ini menahan diri lantaran keyakinan agamanya ternista oleh sekelompok umpan kemarahan sebagiannya. Karena, siapa yang tidak marah, kita pun marah, lantaran marah juga pertanda Iman dan Islam masih bersemi. Bagi yang tidak marah, berarti keimanannya sudah mati. Namun yang perlu kita perlu kita garis bawahi, bahwa tindakan kekerasan terhadap mereka, justru bisa kontraproduktif, karena bisa menguntungkan kelompok mereka, yang terkesan selalu dizolimi. Fatwa MUI saja dianggap penzaliman terhadap mereka. Padahal kalau mau jujur yang melakukan kekerasan, memvonis kapir, memvonis sesat, justru datang dari kelompok mereka sendiri. Namun Islam melarang pelampiasan amarah yang membabi buta</p>
<p>Dari segi ajaran mereka, jelas bagi kita, ajaran yang meyakini adanya nabi setelah Muhammad SAW tidak bisa dibenarkan, kendati tidak membawa syariat baru. Sebab, untuk apa Allah mengutus nabi baru kalau tidak membawa syariat baru. Jadi tidak ada tawar-menawar lagi tentang nubuwah Muhammad, sebagai nubuwah terakhir. Islam sudah final tidak ada Nabi terakhir kecuali Nabi Muhammad SAW. Kalau ada yang mengakui Nabi selain Nabi Muhammad maka itu bukan Islam.</p>
<p>Dan Tugas Negara dalam Islam bukan sekedar mengatur urusan dunia, tapi juga mengatur urusan akhirat atau keagamaan. Apalagi kalau urusan agama itu menyangkut masalah ketertiban dan menjaga dari hal yang menimbulkan keresahan, atau gejolak di masyarakat. Maka kewajiban Negara untuk turun tangan mengaturnya.</p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong></p>
<p>Kesalahan terbesar pula dari pihak yang menolak mengakui kebesaran Nabi Muhammad dan menolak memujanya, bahkan menganggap pelakunya bertindak berlebih-lebihan dengan kultus yang diharamkan, karena mereka melihat Nabi Muhammad dengan kacamata materi saja. Mereka hanya melihat Nabi saw sebagai makhluk biologis. Mereka lupa bahwa manusia memiliki dimensi yang jauh lebih tinggi dari sekadar dimensi biologis. Yaitu dimensi ruhani yang merupakan jati diri manusia yang sesungguhnya.</p>
<p>Melihat Rosululloh hanya dari dimensi biologisnya adalah logika orang-orang kafir, bukan logika orang-orang beriman. Dengan alasan bahwa, para Nabi itu hanya manusia seperti mereka, karena itulah yang menyebabkan orang-orang kafir menolak mengakui Beliau sebagai nabi dan Rasul.</p>
<p>Mengagungkan Nabi Muhammad justru mendudukkan posisi Nabi sebagaimana mestinya seperti yang diperintahkan Al-Quran. Dengan demikian yang mengagungkan dan memerintahkan kita untuk mengagungkan Nabi adalah Allah Taala sendiri, bukan kita, kita hanya mengikuti perintah dan ajarannya saja. Lalu kenapa kita menentang Allah dan RosulNya hanya karena takut jatuh dalam kultus yang kita ciptakan sendiri ?</p>
<p>Sebagai penutup, marilah kita renungkan peristiwa yang terjadi pada zaman Nabi SAW di bawah ini. Dari ‘Abdullah bin Amr berkata: &#8220;<em>Aku menulis segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah SAW. Aku bermaksud menghapalnya. Tapi orang-orang Quraisy melarangku dan mereka berkata: “Engkau menulis segala sesuatu yang engkau dengar dari Rasulullah? Padahal beliau hanyalah seorang manusia yang berbicara saat marah dan senang.” Sejak itu Aku berhenti menulis. Tetapi kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah. Ia kemudian menunjuk kepada mulutnya dan berkata: “Tulis saja. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya tidak ada yang keluar dari sini kecuali kebenaran.”</em></p>
<p><strong>Salam Alaika Ya Rosulullah, Salam Alaika Ya Habiballah</strong></p>
<p align="center">
<p align="right"><strong>بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.</strong><strong></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/khutbahpidato/'>Khutbah/Pidato</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=109&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/mengenal-dan-mencintai-rasululloh-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rosululloh SAW Pemimpin Teladan</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/rosululloh-saw-pemimpin-teladan/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/rosululloh-saw-pemimpin-teladan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 05:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah/Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Yang disampaikan Di kampung Babakan Parung Hari Selasa 15 Februari 2011 Assalamualaikum. Wr.Wb اَلحَمْدُ ِللهِ الَّذِى هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُناَّ لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ اَنْ هَدَانَا الله, نَسْتَعِيْـنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِالله ُفَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمِن يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ الله, اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=105&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW<br />
Yang disampaikan Di kampung Babakan Parung<br />
Hari Selasa 15 Februari 2011</strong></p>
<p>Assalamualaikum. Wr.Wb</p>
<p style="text-align:right;">اَلحَمْدُ ِللهِ الَّذِى هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُناَّ لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ اَنْ هَدَانَا الله, نَسْتَعِيْـنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِالله ُفَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمِن يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ الله, اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الْمِيْعَادِ. اَمَّا بَعْدُ.<br />
قال الله تعالى فى القران الكريم:<br />
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.<br />
فَقَالَ تَعَالىَ: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىِّ يَااَيُّهَـاالّذِيْنَ اَمَنُوْ صَـلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا.<br />
وقال تعالى ايضا :<br />
لقد كان لكم فى رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم الاخر وذكرالله كثيرا<br />
وقال رسول الله:<br />
انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق</p>
<p>Hadirin yang berbahagia tak terasa kita telah berada di bulan mauled, betapa getar kerinduan kita begitu besar kita rasakan, betapa ingin rasanya kita dapat menatap wajahnya, dan dapat memeluk dirinya, setiap hari, setiap waktu, setiap detik kita sebut nama Beliau seiring kita menyebut dzat yang maha agung, pencipta dan kekasih manusia yang paling agung akhlaqnya. “tidaklah aku diutus kecuali untuk memperbaiki akhlaq manusia. Itulah pernyataan Rosululloh untuk mempertegas betapa pentingnya akhlaq bagi seluruh umat manusia.<br />
Namun bagaimanakah dengan kondisi actual sekarang? Akhlaq terpinggirkan. Para pemimpin gampang berbohong dan ingkar janji, sangat kontras dengan misi utama Roasululloh SAW.</p>
<p><span id="more-105"></span></p>
<p>Pernahkan Rosululloh berbohong? Pernahkah Beliau berkhianat? Pernahkah namanya ternoda? Pernahkah Beliau membuka aib seseorang?. Adakah seseorang yang dianiaya oleh Beliau? Adakah janji yang dilanggar Beliau? Adakah silaturahim yang diputuskan oleh Beliau? Adakah Beliau lari dari tanggungjawab yang dibebankan di pundak Beliau? Adakah perikemanusiaan yang Beliau abaikan? Pernahkah Beliau menghina seseorang, atau menyakiti dengan lidahnya?</p>
<p>Tugas kerosulan yang Beliau pikul sangatlah berat di tengah masyarakat tanpa akhlaq, masyarakat tanpa rasa malu. Tetapi Beliau tetap bertahan dengan kegigihan yang tak pernah kendur dan kecintaan yang tak pernah pudar.</p>
<p>Sepanjang jalan kehidupan dan setelah Beliau sampai ke puncaknya, sekali-kali Beliau tidak berusaha untuk merebut nama, kedudukan atau pun harta. Ketika semuanya dating kepada Beliau dan terikat pada tiang-tiang bendera yang berkibar jaya. Beliau menolaknya, dan sampai saatnya yang akhir, beliau tetap hidup sebagai pribadi yang sholeh, tekun beribadah dan jauh dari gemerlapnya duniawi.</p>
<p>Sepanjang hidup nya, tak seujung rambut pun Beliau bergeser dari tujuan hidupnya yang mulia, dan tak pernah sedikit pun Belieu melanggar ikrarnya kepada Allah SWT.  Belum lagi lagi dating sepertiga yang akhir dari malam, Beliau bangkit berdiri, berwudhu, dan bermunajat kepada Allah, lalu sholat sambil menangis. Sungguh teladan yang paripurna.</p>
<p>Puji-pujian kepada beliau akan selalu bergema sepanjang masa, kenikmatan dan keagung akan selalu tambahkan kepada diri Beliau, dan tak secuil pun hinaan, maupun serangan kepada Beliau akan mengurangi kemulian dan kesempurnaan Beliau, tidak sekali-kali pun tidak. Walau karihal musyrikun…walau karihal munafiqun. Allahumma Sholi wa sallim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.</p>
<p>Saat ini kita sedang berada pada suatu jaman yang penuh dengan permasalahan. Telah bercampur antara yang hak dan yang batil, bercampur antara mutiara dan lumpur, bercampur antara permata dan kotoran, antara ulama dan orang-orang keji. Zaman yang telah dipenuhi oleh orang-orang yang hanya pandai berpidato, zaman yang di dalamnya orang-orang bodoh menjadi panutan, kehormatan tidak lagi dihiraukan dan kesenangan duniawi menjadi Tuhan dan tujuan.</p>
<p>Orang-orang pembangkang dan tukang maksiat kepada Tuhannya dianggap sebagai penyeru kebenaran, orang-orang awam dijadikan pegangan dan rujukan dalam permasalahan agama, orang-orang bodoh dijadikan sebagai pemimpin sedangkan tokoh yang juhud pada dunia, ulama-ulama yang hanya memikirkan umat, dan hanya mencari kerdhoaan Allah Ta’ala, para sholihi, para kekasih-kekasih Allah dianggap sebagai orang yang bodoh lagi pandir.</p>
<p>Adalah Malik Muzhaffar Abu Sa’id Kaukaburi bin Zainuddin Al-baktatin, adalah tokoh yang pertama kali mengadakan peringatan mauled manusia agung yaitu Nabi Muhammad SAW. Belaiu mencoba membangkitkan kembali ruh semangat perjuangan dalam tubuh umat Islam, membangun kembali dalm diri umat Islam jiwa tauhid, keimanan dan ketaqwaan dengan mengingatkan kembali perjuangan seorang tokoh manusia yang agung, sebaik-baik mahluk, dan kekasih Allah yang utama. Hasilnya tak bias dipungkiri Umat Islam memperoleh kemenanan yang gilang gemilang di bawah panglima Sholahuddin Al-Ayyubi dalam menghancurkan serdadu-serdadu kufar dalam perang salib. Kecintaan kepada Allah dan RosulNya begitu besar memenuhi kalbu umat Islam, mengalahkan asyiknya kehidupan dunia walau begitu manisnya. Keiikhlasan jiwa yang begitu mencintai Allah dan Rosulnya, teraplikasi dalam kegiatan mereka yang takut kepada Allah hingga meninggalkan segala laranganNya dan mengikuti segala perintahNya, dan ikhlas mengikuti sunah-sunah yang ditetapkan oleh Allah dan RosulNya.</p>
<p>Tahukah kita, kekalahan umat Islam di Cordoba, berapa abad setelah wafatnya Sholauddin Al-Ayyubi ? Umat Islam telah meninggal bersiwak, sunnah Rosululloh. Kalu yang kecil, remeh dan mudah saja, telah ditinggalkan, bagaimana dengan sunnah-sunnah Rosululloh yang lain, ang lebih besar dan lebih sulit.</p>
<p>Kemudian pada abad ke 14 H, muncullah sekelompok orang yang mengajak dan menyeru untuk berpegang teguh kepada Kitab dan Sunnah Nabi SAW. Sungguh seruan dan ajakan yang baik jika saja seruan itu benar dan penuh ke insyafan. Namun setelah masyaraka awam tertarik dengan ajakan mereka, mereka mengajak oar4ng-orang itu dengan sekuat tenaga dan tekad yang kuat kepada ajaran yang sama sekali tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.</p>
<p>Mereka mengharamkan ziarah kubur, termasuk kubur Nabi SAW, melarang bertawasul dengan nabi-Nabi dan orang-orang Shalih, melarang membaca doa bersama-sama setelah sholat fardhu, dan sebagainya.</p>
<p>Dan salahsatu seruan yang mereka lakukan adalah melarang peringatan Maulid Nabi SAW. Mereka menyebut peringatan Maulid sebagai bidah yang sesat dan menuduh pelakunya dengan segala keburukan dan kehinaan. Bahkan sebagian mereka menyatakan, peringatan mauled adalah perbuatan syirik dan pelakunya adalah musyrik. Bagi kalangan muhibbin, penuntut ilmu, dan kaum muslimin pada umumnya, yang ingin senantiasa berada pada jalan salafus sholih yang lurus, ulama sholihin, para awliyaillah, yang selalu memenuhi hati mereka dengan kerinduan kepada Rosululloh SAW dan selalu meneladani keindahan akhlaq Beliau yang sempurna, jauh dari saling mencela, terlebih dari saling mengkafirkan.</p>
<p>Disyariatkannya Maulid</p>
<p>Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dikatakan ulama tentang peringatan Maulid Nabi SAW dengan tata cara yang sudah termasyhur selama ini. Dalam kitab Kalimah Hadi’ah fi al-ihtifal bi al-Maulid, karya Al-Allamah Dr. Umar Abdul Kamil, disimpulkan pendapat para ulama tentang makna mauled yaitu:</p>
<p><em>Majelis taqqarub kepada Allah SWT yang berisikan pembacaan berapa ayat Al-Qur’an, pembacaan sejarah kehidupan Nabi, dan gambaran kepribadian Beliau yang agung, Sholawat kepada Nabi, do’a dan permohonan, dan diakhiri dengan pemberian suguhan makanan.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/khutbahpidato/'>Khutbah/Pidato</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=105&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2011/04/25/rosululloh-saw-pemimpin-teladan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tauhid</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2011/01/29/tauhid/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2011/01/29/tauhid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 02:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah/Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Khutbah Jumat yang disampaikan pada tanggal 28 Januari 2011 Assalamualaikum. WR. Wb اَلحَمْدُ لِلّهِ ربِّ العالمين وبه نستعين على اُمُوْرِ الدّنيا والدين والصّلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله واصحابه ومن تبعه بإحسان الى يوم الدّين . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ المَلِكُ الحقِ المبين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صادق [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=101&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Khutbah Jumat</p>
<p>yang disampaikan pada tanggal 28 Januari 2011</p>
<p>Assalamualaikum. WR. Wb</p>
<p style="text-align:right;">اَلحَمْدُ لِلّهِ ربِّ العالمين وبه نستعين على اُمُوْرِ الدّنيا والدين والصّلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله واصحابه ومن تبعه بإحسان الى يوم الدّين . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ المَلِكُ الحقِ المبين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صادق الوعدِ الامين . اَمَّا بَعْدُ.<br />
فيا عبادالله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَىاللهِ فقد فازَ المُـتَّقُون.ويَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ .<br />
قال الله تعالى فى القران الكريم:<br />
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.<br />
قُلْ هُوَالله اَحَدٌ, الله الصَّمَدُ, لمَ يَلِدْ ولَـمْ يُوْلَدْ, وَلَـمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا اَحَدٌ.<br />
وقال تعالى ايضا:<br />
وَمَا اَرْسَلْناَ مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُوْلٍ اِلاَّ نُوْحِى إِلَيْهِ اَنَّهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَناَ فَاعْـبُدُوْنِ</p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong><br />
Alhamdulillah segala Puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Pemurah, Yang Maha pemberi, Yang Maha memberi rezeki, Yang Maha Pengasih lagi maha penyayang. Dzat yang telah menolong para hambanya berbuat kebaikan, dan Dzat yang menolong para hambanya terhindar dari berbuat keburukan. Kita memuji Allah dan mengitiqodkan segala perbuatan kita dengan niat yang ikhlas, semata-mata mengharapkan keridhoan Allah SWT semata. Semoga Allah jadikan diri kita bagian dari golongan hamba-hamba yang saalik, hamba yang tak henti-hentinya mencari jalan kepada jalannya Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Sholawat dan Salam semoga Allah Ta&#8217;ala selalu limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW seorang kekasih pembawa anugrah bagi setiap manusia, beserta keluarganya, para Sahabatnya dan para pengikutnya.</p>
<p>Pada Khutbah ini, tidak lupa saya mengingatkan kepada seluruh jamaah, dan terkhusus pada diri khotib, agar kita senantiasa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan sekuat tenaga dan pikiran kita, dalam melaksanakan apa pun yang diperintahkanNya, dan sekuat tenaga dan pikiran pula untuk meninggalkan segala apa pun yang dilarangNya .</p>
<p><span id="more-101"></span><br />
<strong> Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong><br />
Tauhid adalah dasar keilmuan yang sangat penting bagi setiap muslim, sebab tauhid menyangkut aqidah yang berkaitan dengan Islam. Sedangkan aqidah merupakan pondasi bagi keberagamaan seseorang, dan benteng yang kokoh untuk memelihara aqidah dari ancaman keraguan dan kesesatan.</p>
<p>Kita seringkali mendengar terjadinya berbagai penyimpangan dalam aqidah, baik penyimpangan aqidah dalam berpikir, berkata, bahkan bertindak. Hal itu terjadi karena jauhnya pemahaman yang benar tentang dasar-dasar aqidah Islam yang berkaitan dengan tauhid, dan terjadi pemahaman yang salah terhadap masalah keagamaan.</p>
<p>Hakikat Iman menurut Syara&#8217;, adalah membenarkan terhadap apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah Ta&#8217;ala. Pokok-pokok keimanan itu terangkum dalam pokok keimanan yang enam yang disebut dengan rukun iman. Yaitu beriman kepada Allah, beriman kepada para malaikat Allah, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada para utusan Allah, beriman kepada hari akhir, dan terakhir beriman kepada qodar yang baik maupun qodar yang buruk. Sebagaimana sabda Nabi SAW:</p>
<p style="text-align:right;">
اَنْ تُؤْمِنَ باللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرَسًولِهِ وَاليَوْمِ الاَخِرِ وَالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ</p>
<p>&#8220;hendaklah kamu beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para utusanNya, hari akhir, dan beriman kepada ketentuan Allah yang baik maupun yang buruk.&#8221; (Al-Hadits)<br />
Maka salahsatu manifestasi beriman kepada Allah, adalah mengitiqodkan bahwa Allah itu ada. Wujud Allah tanpa berawal dan tanpa berakhir. Bukti adanya Allah, adalah adanya alam semesta ini, jika Allah tidak ada, niscaya alam semesta ini tidak mungkin dan tidak akan pernah ada. Dan semua mahluk yang ciptakan Allah itu disebut alam sebagai bukti atas barunya, dan butuh kepada pencipta yang qodim.<br />
Dan kita mengitiqodkan bahwa sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala itu esa, tidak ada sekutu bagiNya dalam ketuhananNya, dan tidak ada yang sama serta serupa dengan zatNya, sifatNya, maupun perbuatanNya.</p>
<p style="text-align:center;">
قُلْ إِنَّمَا يُوْحَى إِلَىَ أَنَّمَا إِلَهًكًم إِلَهٌ وَاحِدٌ فَهَلْ اَنْـتُمْ مُسْلِمُوْن</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Katakanlah: Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah engkau berserah diri KepadaNya&#8221;. (Al-Anbiya ayat 108)</p>
<p style="text-align:center;">
هُوَ الاَوَّلُ وَالاَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَـْيءٍ عَلِيْمٌ</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhohir dan yang Batin, dan Dia Maha Mengatahui segala sesuatu&#8221;. (Al-Hadid ayat 3)</p>
<p style="text-align:left;">
Allah Ta&#8217;ala hidup selama-lamanya dan kekal abadi, Allah Maha mengetahui segala kejadian yang ada di langit dan bumi, dan Allah Maha mengatur segala pergerakan mahluknya, sekalipun itu hanya sebuah pergerakan atom. &#8220;Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan Kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan&#8221;. (Arrahman ayat 26 dan 27). Dan &#8220;Tidak luput pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarroh (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil tidak ada pula yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz). (Surah Yunus; ayat 61).</p>
<p style="text-align:left;">Allah Maha Kuasa menjadikan segala sesuatu, bebas melakukan semua perkara dan tidak dapat dibatasi kekuasaannya. kekuasaanNya tidak akan tertimpa suatu kelemahan dan tidak terhalang dengan kebesaran dan kehinaan, serta tidak mengantuk dan tidak tidur. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Al-Hasyr ayat 6)</p>
<p style="text-align:left;">Allah Maha berbicara, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maka apa saja yang terdengar tidak akan luput dari pendengaranNya, sekalipun samar lagi rahasia. Dan tak tertutup dari pandanganNya apa saja yang terlihat, sekalipun begitu halus dan lembut. PendengaranNya tidak tertutup dengan perkiraan, dan gelap tidak akan menolak penglihatanNya. Allah Maha Melihat tanpa hitam mata dan tanpa pelupuk mata. Dia Maha mendengar tanpa lubang telinga dan tanpa telinga-telinga, sebagaimana Dia mengetahui tanpa hati, dan menciptakan tanpa peralatan seperti yang ada pada sifat-sifat mahlukNya. Maka ketahuilah Kalam Allah kalam yang azali, yang berdiri dengan ZatNya dan tidak serupa dengan perkataan mahlukNya. Maka Maha Suci Allah dari segala ucapan kaum yang menyerupakan Allah dengan mahluknya.</p>
<p style="text-align:center;">
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَـْيءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ البَصِيْر</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Melihat&#8221;. (Assyura ayat 11)</p>
<p style="text-align:left;">
<strong> Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong><br />
Allah mengutus Rosululloh Muhammad SAW dan para Nabi, untuk menyampaikan kepada manusia untuk bertauhid, agar seluruh manusia mengakui, tidak ada Tuhan melainkan Allah dengan ucapan Laa Ilaaha Illallaah dan tidak menyekutukannya. Karena Allah pencipta segala sesuatu, maka tidak ada sesuatu pun yang bersekutu kepadaNya. Hukum dan KekuasanNya menembus dan mengikat mahluk, maka tak ada seorang mahluk pun yang mampu menolak ketetapanNya dan tidak keluar dari ketentuanNya.</p>
<p style="text-align:center;">
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ لَيَقُوْلُنَّ الله ُ</p>
<p style="text-align:left;">
&#8220;Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Tentu mereka akan menjawab : Allah&#8221;. (Surah Luqman ayat 35)</p>
<p style="text-align:center;">
والله ُخَلَقَكُمْ وَمَاتَعْمَلُوْنَ</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat&#8221;. (Asshaffat ayat 96)</p>
<p style="text-align:left;">
Dan &#8220;Katakanlah: maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu, atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (Al-Fath ayat 11)</p>
<p style="text-align:left;"><strong> Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong><br />
Seorang pemuda ahli ibadah datang kepada Imam Ghozali, Sang Imam bertanya kepadanya: Wahai pemuda, apakah anda mengenal Allah? Pemuda itu menjawab: &#8220;adakah orang menyembahNya sedangkan ia belum mengenalNya?. Sang Imam kembali bertanya: Bagaimana cara anda mengenalNya? Pemuda itu menjawab: Kami meng-esakanNya dan tidak menemuiNya, kami menyembahNya tapi kami tidak mengetahui bagaimana Allah itu. Maka setiap apa yang terbayang dalam hayal atau nampak dalam pemahaman kami, maka Allah berbeda dengan hal itu.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">
Imam Al-Ghozalli menjawab: sepanjang hidupku, aku habiskan untuk meng-Esakan Allah. Allah tidak sama dengan mahluk, tidak ada sesuatu pun yang menyamai dan menyerupaiNya, Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.</p>
<p style="text-align:left;">Imam Ahmad mengatakan:</p>
<p style="text-align:center;">
مَهْمَا تَصَوَّرْتَ بِبَالِكَ فالله بِخِلاَفِ ذَلِكَ</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; apapun yang terlintas di benakmu tentang Allah SWT, maka Allah SWT tidaklah seperti yang engkau bayangkan itu&#8221;.</p>
<p style="text-align:right;">
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.<br />
قُلْ هُوَالله اَحَدٌ, الله الصَّمَدُ, لمَ يَلِدْ ولَـمْ يُوْلَدْ, وَلَـمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا اَحَدٌ.</p>
<p>&#8221; Katakanlah, Dia Allah Yang Maha Esa, Allah Tuhan yang bergatung segala sesuatu, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tiada sesuatu pun yang serupa dengan Dia&#8221;. (Surah Al-Ikhlash)</p>
<p style="text-align:right;">
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.</p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/khutbahpidato/'>Khutbah/Pidato</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=101&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2011/01/29/tauhid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun 1432 H</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2010/12/07/selamat-tahun-1432-h/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2010/12/07/selamat-tahun-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 04:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sudah menjadi Sunnatullah, bertambahnya hari menjadi sedikit pula bagian kita&#8221; &#8220;Semoga tahun ini Allah jadikan buat kita lebih baik dari pada tahun yang lalu&#8221; &#8220;SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1432 H&#8221; Filed under: Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=98&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;Sudah menjadi Sunnatullah, bertambahnya hari menjadi sedikit pula bagian kita&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;Semoga tahun ini Allah jadikan buat kita lebih baik dari pada tahun yang lalu&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://velayati.files.wordpress.com/2010/12/tahun-baru-hijriyah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-99" title="tahun-baru-hijriyah" src="http://velayati.files.wordpress.com/2010/12/tahun-baru-hijriyah.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1432 H&#8221;</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=98&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2010/12/07/selamat-tahun-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://velayati.files.wordpress.com/2010/12/tahun-baru-hijriyah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tahun-baru-hijriyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muhasabah Diri di Muharam</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2010/12/05/93/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2010/12/05/93/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 13:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah/Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Seri Khutbah Jumat dikhutbahkan pada tanggal 3 Desember 2010 di Masjid Jami Al-Wahyu Assalamualaikum. WR. Wb اَلحَمْدُ لِلّهِ الذى خلق الانسان فى احسن تقويم. ثم رددناه اسفل سافلين إلا المؤمنين المخلصين. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادة تنجينا الى يوم الدين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الداع الى الحق والصراط المستقيم. اَللَّهُمَّ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=93&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seri Khutbah Jumat</strong></p>
<p><strong>dikhutbahkan pada tanggal 3 Desember 2010</strong></p>
<p><strong>di Masjid Jami Al-Wahyu<br />
</strong></p>
<p>Assalamualaikum. WR. Wb</p>
<p style="text-align:right;">اَلحَمْدُ لِلّهِ الذى خلق الانسان فى احسن تقويم. ثم رددناه اسفل سافلين إلا المؤمنين المخلصين. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادة تنجينا الى يوم الدين, وَاشْهَدُ<br />
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الداع الى الحق والصراط المستقيم.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ وسلم وبارك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاصَحْابِهِ اجمعين . اَمَّا بَعْدُ.<br />
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَىاللهِ فقد فازَ المُـتَّقُون.ويَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَيُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ، وَمَنْ يُصَدِّقِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ،<br />
قال الله تعالى فى القران الكريم:<br />
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم.<br />
وَقُلِ اعْمَلُوْ فَسَيَرَى الله عَمَلَكُمْ وَرَسُلُهُ وَالمُؤْمِنُوْنَ, وَسَتُرَدُّوْنَ اِلىَ عَلِمِ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبـِّئـُكُمْ بِمَا كُنْتمُ ْتَعْمَلُوْن<br />
وقال رسول الله:<br />
حَاسِبوُ اَنْفُسَكُمْ قَبْلَ اَنْ تُحَاسَبُوا</p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah, kita menyanjungNya, kita memohon pertolongan, mengharapkan ampunan dan petunjuk kepadaNya. Dan kita berlindung Kepada Allah dari kejelekan nafsu dan perbuatan kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkanNya, maka tak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.</p>
<p>Kita bersaksi tiada ilah yang haq berhak disembah kecuali Allah semata, dan tiada sekutu baginya, dan kita bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Sholawat dan salam senantiasa Allah curah kepada Beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan kita sebagai umatnya.</p>
<p><span id="more-93"></span></p>
<p>Pada Khutbah ini, tidak lupa saya mengingatkan kepada seluruh jamaah, dan pada diri khotib khususnya, agar kita senantiasa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk kita untuk melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan sekuat tenaga dan pikiran pula untuk meninggalkan segala apa yang dilarangNya .</p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong></p>
<p>Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari. Dari hari ke hari, minggu ke minggu dan bulan ke bulan, Alhamdulillah dalam beberapa hari ini tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran bulan Muharam yang merupakan permulaan dari putaran bulan dalam kalender hijriyah. sampailah kita pada pergantian tahun baru menurut perhitungan tahun qomariyah.</p>
<p>Muharram dalam perspektif Islam, merupakan salah satu dari empat bulan haram yang ada dalam Islam (Rajab, Zulka’dah, Zulhijjah dan Muharram). Dalam empat bulan ini, kita dilarang melancarkan peperangan kecuali dalam kondisi darurat yang tidak dapat kita elakan.:</p>
<p><em>“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah ketika menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dihormati. Ketetapan yang demikian itu adalah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan yang dihormati itu. (At Taubah ayat 36) </em></p>
<p>Tahun Hijriyah, mengingatkan kita akan sejarah perjuangan Nabi besar Muhammad SAW dalam menegakkan Islam di bumi ini. Karenanya, pergantian tahun baru Hijriyah sarat dengan pesan moral dan semangat perjuangan yang harus di jadikan acuan dan teladan bagi ummat saat ini. Salah satu pesan yang ada dalam tahun Hijriyah adalah Hijrah, yaitu berpindahnya Nabi Muhammad SAW dan umat Islam saat itu, dari Mekah ke Madinah.</p>
<p>Ini pulalah yang mendorong Sayidina Umar RA lebih condong menjadikan peristiwa hijrah sebagai tonggak penanggalan Islam, beliau mengatakan: <em>“Kita membuat penaggalan berdasar pada Hijrah Rasulullah SAW, adalah lebih karena hijrah tersebut merupakan pembeda antara yang hak dengan yang batil&#8221;.</em></p>
<p>Hijrah adalah ilustrasi perjuangan menyelamatkan akidah, adalah ilustrasi penghargaan terhadap prestasi kerja, dan ilustrasi optimisme dalam meraih cita-cita dan harapan. Peristiwa yang membuat seorang <strong>Annemarie Schimmael</strong>, seorang profesor Universitas Harvard begitu terpesona, ia menyebut peristiwa hijrah sebagai tahun yang menandai dimulainya era muslim, dan era baru menata komunitas muslim. Yang juga membuat seorang <strong>Montogomery Watt</strong> berpendapat, bahwa kelahiran Piagam Madinah pada awal tahun pertama hijrah, sebagai Konstitusi Madinah,sebuah konstitusi modern yang pertama di dunia, dan proklamasi tentang terbentuknya suatu ummah.</p>
<p>Karena itu hijrah bukanlah pelarian akibat sifat pengecut, atau takut terhadap kematian, karena tidak mungkin Rasulullah takut terhadap kematian. Sebab jika Rasulullah Saw mempertahankan eksistensi kaum muslimin di Makkah kala itu, tentu menyulitkan kaum muslimin itu sendiri, yang waktu itu baru berjumlah 100-an orang. Rasulullah berhijrah setelah mempersiapkan kondisi psikologis dan sosiologis di Kota Madinah dengan mengadakan perjanjian Aqabah I dan Aqabah II di musim haji.</p>
<p><strong>Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah</strong></p>
<p>Peristiwa hijrah ke Madinah atau yang saat ini segera kita akan peringati sebagai tahun baru Hijrah 1 Muharram 1432, adalah peristiwa yang di dalamnya tersimpan suatu kebijaksanaan sejarah atau sunnatullah, agar kita senantiasa mengambil hikmah, meneladani, dan mentransformasikan nilai-nilai dan ajaran Rasulullah SAW. Masuknya tahun baru juga menjadi Sunnatullah tentang berkurangnya umur manusia, tumbuhnya tunas-tunas baru, dan semakin dekatnya waktu pertanggungjawaban.</p>
<p>Maka pelajaran yang terbaik dari perjalanan waktu adalah, menyadari sekaligus mengintrospeksi sepak terjang kita selama ini. Maka perjalanan waktu adalah momentum menghitung segala sesuatu yang kita jalani dan kita terjang selama ini. Firman Allah SWT dalam Surah Surah At-Taubah ayat 105:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>وَقُلِ اعْمَلُوْ فَسَيَرَى الله عَمَلَكُمْ وَرَسُلُهُ وَالمُؤْمِنُوْنَ, وَسَتُرَدُّوْنَ اِلىَ عَلِمِ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبـِّئـُكُمْ بِمَا كُنْتمُ ْتَعْمَلُوْن </strong><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Dan katakanlah ! Beramalah maka Allah dan RosulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepadamu apa yang telah kamu lakukan&#8221;.</em></p>
<p>Setiap dari kita mempunyai hari-hari yang harus di isi, dan selalu dipertanyakan oleh kita sendiri.  Hari yang pertama, adalah hari-hari yang telah kita lewati, apakah hari yang lalu adalah hari-hari penuh dengan keredhoan Allah atau tidak? Hari selanjutnya, adalah hari yang sedang kita alami sekarang ini, apakah hari ini kita gunakan untuk mencari keredhoaan Allah atu tidak? Hari ketiga, yaitu hari yang akan datang, hari yang kita tidak tahu apakah masih diberi kesempatan Allah atau selalu dilalaikan Allah?. Hari keempat, yaitu hari dimana malaikat Izrail mengucapkan salam atau tak sudi mengucapkan salam kepada kita, hari di mana habisnya kesempatan buat kita.</p>
<p>Hari yang terakhir, yaitu hari perhitungan yang tiada arti lagi nilai amal, kita hanya mendapat rapor yang tergantung baik dan buruknya dari hidup kita selama ini di dunia. Dari sebelah kanankah atau sebelah kirikah kita akan menerima.!? Pada saat itu tidak ada lagi arti penyesalan. Benar sekali perkataan seorang ulama besar Tabi&#8217;in, bernama Hasan Al-Basri, &#8220;Wahai manusia, sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari, setiap hari berkurang, berarti berkurang pula bagianmu.&#8221; Bersabda Rasululloh SAW:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>حَاسِبوُ اَنْفُسَكُمْ قَبْلَ اَنْ تُحَاسَبُوا</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.&#8221;</em></p>
<p>Tahun Baru adalah momentum berharga untuk bermuhasabah, menghitung-hitung diri sebelum kita dihitung-hitung di Miyzan-nya Allah Taala. Pada Khutbah Khotib 1 tahun yang lalu, Khotib menukil Ibnu Qoyyim yang dalam kitabnya menceritakan tentang seorang waliyullah bernama Attaubah bin Tufail yang bermuhasabah. Attaubah menghitung umurnya yang telah mencapai 60 tahun, hari dalam 1 tahun dalam hidupnya adalah sama dengan 365 hari, maka kalau dirinya hidup mencapai 60 tahun berarti ia hidup sebanyak  21.500 hari. Maka beliau pertanyakan tentang kebaikan dan keburukan yang Beliau isi setiap harinya dari jumlah 21.500 hari,.</p>
<p>Bagaimana dengan kita&#8230;&#8230;?</p>
<p>Seorang Tabiin bernama Hasan Bin Sinnan, suatu ketika ia berjalan dan melewati sebuah gedung yang indah dan megah, kepada dirinya Beliau berkata, sejak kapan bangunan megah ini dibangun..?!, tiba-tiba Beliau terdiam, beliau hisab dirinya pada saat itu juga, Tiba-tiba Beliau marahi ia punya diri sambil berkata kepada dirinya &#8220;<em>Wahai jiwaku yang tertipu, kamu telah bertanya kepada apa yang tidak ada kepentingan bagi dirimu&#8221;</em>. Maka beliau hukum beliau punya diri dengan berpuasa 1 tahun penuh.</p>
<p><strong>Maasyirol Hadirin Rohimakumullah</strong></p>
<p>Dalam miyzannya Allah nanti, manusia akan ditanya tentang penggunaan umurnya, akan ditanya untuk apa umurnya dihabiskan, akan ditanya tentang jasadnya untuk apa digunakan. Ditanya tentang hartanya dari mana dan untuk apa digunakan.</p>
<p>Maka Hamba yang selalu melatih dirinya dengan menghisab akan dirinya dari perbuatan maksiat, ia akan segera bertobat dari perbuatan maksiat  yang telah dilakukannya itu. Kalau ia berbuat kedzoliman-kedzoliman, maka dia akan berusaha mengembalikan apa yang telah dia telah ambil, dengan bukan hanya meminta ridho pemiliknya. Dan kalau dia berbuat zolim dengan merusak harga diri orang lain, seperti berbuat ghibah, berbuat namimah, berkata buruk sehingga menyakiti harga diri orang lain, ia hisab dirinya dan akan timbul kesadaran untuk segera meminta maaf dan minta dihalalin dari segala perbuatan dan perkataan yang merusak harga diri saudaranya. <strong>Al-Arif Billah Assayyid Syarif Abdullah Al-Alawy Al-Haddad</strong> dalam kitabnya Risalatul Muawwanah, mengutif Sabda Rosululloh SAW ia  mengatakan<em>,&#8221;tidaklah orang seperti ini jatuh terpuruk di dalam lembah kehinaan di hadapan Allah nantinya. Karena hamba seperti ini tidak akan lagi dihisab oleh Allah terhadap perbuatan-perbuatan zolimnya</em>&#8220;.</p>
<p>Kita memang harus banyak bertafakur untuk bermuhasabah atas bertambahnya umur ini, karena sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya berkurang kesempatan untuk hidup di dunia ini. Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk kita sia-siakan, bukan tanpa tujuan yang jelas. Allah menciptakan kita, tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya.  <em>“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu.” (Adz-Dzariyat ayat 56)</em></p>
<p>Dunia ini hanya merupakan persinggahan, Maka seorang yang beriman kepada Allah, dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi tersebut. Dunia hanya dijadikan sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Hasyr Ayat 18:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوااللهَ وَلْتَنْظُرْنَفْشٌ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍّ,</strong> و<strong>اتَّقُوااللهَ اِنَّ الله َخَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْن</strong><strong> </strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. </em><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>وقال تعالى ايضا :</strong><strong> </strong><strong>وَالأَخِرَةُ خَيْرٌوَّاَبْقَى</strong><strong> </strong></p>
<p><em>“Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Al-A’la: 17).</em></p>
<p style="text-align:right;">بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/khutbahpidato/'>Khutbah/Pidato</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=93&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2010/12/05/93/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Keluarga Ibrahim AS.</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2010/11/22/belajar-dari-keluarga-ibrahim-as/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2010/11/22/belajar-dari-keluarga-ibrahim-as/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 07:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Khutbah Idul Adha 1431 H Dikhutbahkan pada Hari Rabu, 17 November 2010 di lapangan SDN, DKM Masjid di Tanah Kusir االسلام عليكم ورحمة الله وبرا كـاته الله أكبر 9 الله أَكْبَر كَبِيْرَا, وَالحَمْدُ لله كَثِيْرَا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ . لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَّهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْن وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُون . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=88&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Khutbah Idul Adha 1431 H</strong><br />
<strong> Dikhutbahkan pada Hari Rabu, 17 November 2010</strong><br />
<strong> di lapangan SDN, DKM Masjid di Tanah Kusir</strong></p>
<p style="text-align:right;">االسلام عليكم ورحمة الله وبرا كـاته<br />
الله أكبر 9<br />
الله أَكْبَر كَبِيْرَا, وَالحَمْدُ لله كَثِيْرَا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ . لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَّهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْن وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُون . لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَه وَنَصَرَ عَبْدَه وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه. لاَ اِلَهَ الاّ الله والله ُاَكْبَر, الله اَكْبَر وَلله الْحَمْدُ<br />
الحَمْدُ لله الّذِى جَعَلَ عِيْدَ الفِطْرِ بَعْدَ صِيَامِ رَمَضَانَ وَ عِيْدَ الأَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَه, اَشْهَدُ اَنْ لاَ إله إلا الله وحده لا شريك له, واشهد اَنَّ سيدَنا محمدا عَبْدُهُ وَرسوله. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الْدِين. اَمَّا بَعْدُ.<br />
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَيُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ، وَمَنْ يُصَدِّقِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ،<br />
قال الله تعالى فى القران الكريم:<br />
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.<br />
قد كانت لكم اسوةٌ حستةٌ فى ابرهيمَ والذين معه</p>
<p style="text-align:left;">Allahu Akbar- ALLahu Akbar- Allahu Akbar – WaliLlahil Hamd.</p>
<p style="text-align:left;">Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.</p>
<p style="text-align:left;">Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah, yang telah memberikan kenikmatan kepada kita sehingga kita bisa hadir pada pagi hari yang agung dan mulia ini, dalam rangka pelaksanaan shalat Idul Adha 1431 H. Walaupun kita rayakan Idul Adha, masih dalam suasana prihatin dengan banyaknya bencana-bencana yang terus-menerus terjadi di Negara kita ini, akan tetapi, janganlah sampai mengurangi rasa syukur kita kepada Allah dengan segala kenikmatan yang telah diberikan kepada kita. Hendaknya ujian Allah ini, kita jadikan alat Muhasabah, introspeksi terhadap diri kita dan terhadap apa yang kita perbuat, dan mari kita jadikan pula sebagai peringatan Allah tentang hak saudara kita terhadap diri kita.</p>
<p><span id="more-88"></span><br />
Sholawat dan salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada Nabi Besar Junjungan alam, Nabi kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan kita sebagai umatnya.</p>
<p>Pada Khutbah ini, tidak lupa saya mengingatkan kepada seluruh jamaah, dan pada diri khotib khususnya, agar senantiasa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Seringkali diulang bahwa hanya ketaqwaanlah yang dapat menjamin ketentraman hidup kita. Keimanan dan ketaqwaan pula yang menjadikan kita merasa layak berharap rahmat Allah di dunia dan akhirat. Maka marilah kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, agar jalan hidup kita senantiasa diberkahi dan diridhoi Allah SWT.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.<br />
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.</p>
<p style="text-align:left;">Hari raya Idul Adha merupakan hari raya istimewa, karena pada hari raya ini, dua ibadah agung dilaksanakan, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Kedua-duanya disebut oleh Al-Qur’an sebagai salah satu dari syi’ar-syi’ar Allah SWT yang harus dihormati dan diagungkan oleh hamba-hambaNya. Bahkan mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah merupakan pertanda dan bukti akan ketaqwaan seseorang, sebagaimana yang ditegaskan Allah SWT dalam firmanNya:</p>
<p style="text-align:center;">
ذَلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَائِرَاللهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى القُلُوْب</p>
<p style="text-align:left;">“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya, itu timbul dari ketakwaan hati”. (Al-Hajj: 32)</p>
<p style="text-align:left;">Kedua ibadah yang agung ini, hanyalah dapat dilaksanakan dengan baik oleh mereka yang memiliki kedekatan dengan Allah, yang merupakan makna ketiga dari hari raya ini: yaitu hari raya “Qurban” yang berasal dari kata “qaruba – qaribun” yang berarti dekat. Bagi hamba Allah yang memiliki kedekatan dengan Rabbnya dia akan mengatakan “Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik la syarika laka labbaik”, aku memenuhi seruanMu ya Allah, aku memenuhi panggilanMu Ya Allah. Demikian juga halnya dengan ibadah qurban, mereka yang posisinya merasa dekat dengan Allah akan sangat mudah untuk mengorbankan apa pun yang dimilikinya, semata-mata memenuhi perintah Allah, dan mengimplementasi cintanya kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:left;">Karena itu, mencapai posisi “dekat” dengan Allah, tentu bukan merupakan bawaan sejak lahir dan bukan pula disebabkan karena garis keturunan. Melainkan sebagai hasil dari latihan atau mujahadah, dalam menjalankan apa saja yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Ketika terjadi benturan dalam diri seseorang antara keinginan hawa nafsu dengan keinginan Allah, akan melahirkan keberpihakan seseorang, apakah berpihaknya kepada Allah atau berpihak kepada selainNya. Sehingga pertanyaan dalam bentuk “muhasabah” dalam konteks ini adalah:, “mampukah kita mengorbankan keinginan dan kesenangan kita, karena kita sudah berpihak kepada Allah?.  Sekali lagi, ibadah haji dan ibadah qurban merupakan salahsatu gerbang dalam mencapai kedekatan kita dengan Allah SWT.</p>
<p style="text-align:left;">Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.<br />
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.</p>
<p style="text-align:left;">Berkaitan dengan masalah qurban ini, maka secara spontan kita akan teringat kepada seorang manusia agung yang memiliki kesanggupan berkorban begitui hebatnya. Dialah Nabi Ibrahim AS. Tidak ada seorang Nabi yang namanya disebut berdampingan dengan sebaik-baik mahluk, berdampingan dengan sebaik-baik ikutan, Nabi Muhammad SAW, kecuali Nabi Ibrahim AS. Begitu pula, tidak ada Nabi yang maqom-nya bersandingan dengan rumah paling suci yang pernah diciptakan Allah SWT, melainkan Nabi Ibrahim AS.</p>
<p style="text-align:left;">Allah mengangkat Nabi Ibrahim, dengan suatu kedudukan yang mulia dan sangat tinggi sebagai kekasih-Nya. Suatu kedudukan yang menjadi puncak harapan para salik, yaitu para pejalan ruhani yang mempunyai tujuan akhir, mendapatkan cinta Allah SWT. Ketika Beliau diangkat menjadi Al-Khalil, menjadi kekasih Allah SWT, yang sangat mengagumkan dari diri Beliau, setiap kali mendapatkan ujian hidup, Beliau justru menjadikannya sebagai permata. Keagungan pribadinya, membuat kita, bahkan Nabi Muhammad SAW diperintahkan mengambil pelajaran dan keteladanan dari dirinya, Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;">
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِى اِبْرَاهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia&#8221; (QS Al Mumtahanah [60]:4).</p>
<p style="text-align:left;">Kisah perjalanan keluarga Ibrahim, menunjukkan kepada kita tentang tingkatan cinta yang begitu tinggi yang dicapai seorang musafir di jalan Allah. Dalam dirinya dan keluarganya timbul hasrat, rasa tunduk, rasa ingin terus menambah cintanya kepada Sang Kholik.  Demikianlah tingkatan cinta Ibrahim, cinta Sarah seorang istri yang begitu ikhlas, dan cinta seorang Hajar yang begitu tabah dan sabar. &#8220;Sesungguhnya cinta yang sejati adalah cinta segitiga, cinta yang melibatkan akan engkau, istrimu, dan Tuhanmu. Demikian seorang sufi berkata.</p>
<p style="text-align:left;">Kaum Muslimin Yang Berbahagia.</p>
<p style="text-align:left;">Perjuangan dan ketabahan Nabi Ibrahim telah Allah abadikan dalam Al Qur’an, yang akan terus dibaca kaum muslimin hingga akhir jaman dan ditulis dengan tinta emas di dalam buku-buku sejarah. Nabi Ibrahim telah mengorbankan harta, jiwa, dan raganya demi meraih Ridho Allah. Ia berkorban meninggalkan kampung halamannya, diusir karena menghancurkan berhala yang mereka sembah, dan pernah dibakar hidup-hidup karena melaksanakan amar ma&#8217;ruf nahyi munkar. Dan Ia pernah berkorban meninggalkan anak dan istrinya di padang tandus, demi memenuhi perintah Tuhannya. Puncak ujian bagi Nabi Ibrahim AS, yaitu ketika ia diperintahkan menyembelih putranya, Ismail AS. Sebagaimana yang telah dijelaskan Allah dalam firmanNya:</p>
<p style="text-align:center;">
يَـبُنـَيَّ اِنىِّ اَرَى فىِ المَناَمِ اَنىِّ اَذْبَحُك فَانْظُرْ مَاذَ تَرَى</p>
<p style="text-align:left;">“……Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (Ash-Shaffaat ; 102)</p>
<p style="text-align:left;">Andaikan Ibrahim manusia yang dha’if, tentu akan sulit untuk menentukan pilihan, Allah ataukah Isma’il.  Allah hendak menguji Ibrahim, apakah anak yang telah lama dinanti-nantikan tersebut, yang telah lama dirawat dan dididiknya, sehingga menjadi dewasa dan sangat menyejukkan hati orang tuanya itu, akan melalaikannya dari ibadat dan taat kepada Allah? Di sinilah Nabi Ibrahim diuji. Apakah dia lebih mencintai anaknya atau lebih mencintai Allah-nya?  Nabi Ibrahim mampu melewati ujian tersebut. Ia menempatkan kecintaannya kepada Allah di atas segala-galanya. Dan sangat menyakini bahwa setiap yang diperintahkan Allah akan selalu berakibat baik bagi dirinya. Sebaliknya, melalaikan perintah Allah SWT, akan sangat merugikan dirinya.</p>
<p style="text-align:left;">
يَايُّهَاالّذِيْنَ اَمَنُوْا لاَ تُلْهِكُمْ اَمْوَالَكُمْ وَلاَ اَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِالله, وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَاُوْلَئِكَ هُمُ الخَسِرُونَ</p>
<p style="text-align:left;">“ Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. “ ( QS Al Munafiqun : 9 )</p>
<p style="text-align:left;">Dr. Ali Syariati dalam bukunya “Al-Hajj” mengatakan bahwa Isma’il adalah sekedar simbol. Simbol dari segala yang kita miliki dan kita cintai dalam hidup ini. Kalau Isma’ilnya Nabi Ibrahim adalah putranya sendiri, lantas siapa Isma’il-Isma&#8217;il kita ini? Bisa jadi ismail kita adalah diri kita sendiri, ismail kita adalah keluarga kita sendiri, anak dan istri kita, harta, pangkat dan jabatan kita. Dan kita kelak akan diuji dengan itu. Kecintaan kepada Isma’il itulah yang kerap membuat iman kita goyah dan lemah untuk mendengar dan melaksanakan perintah Allah. yang juga akan membuat kita menjadi manusia egois, mementingkan diri sendiri, serakah tidak mengenal batas kemanusiaan. Allah mengingatkan kenyataan ini dalam firmanNya:</p>
<p style="text-align:left;">“Katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik“. (At-Taubah: 24)</p>
<p style="text-align:left;">Karena itu, dengan melihat keteladanan berqurban yang telah ditunjukkan oleh seorang Ibrahim, apapun Isma’il kita, apapun yang kita cintai, qurbankanlah manakala Allah menghendaki. Janganlah kecintaan terhadap isma’il-isma’il itu membuat kita lupa kepada Allah. Negeri ini telah sangat menderita karena banyak di antara kita telah melupakan Allah dan menyepelekan janji-janji Allah. Kebanyakan dari kita ingat Allah, hanya ketika menderita. &#8220;Janji Allah, dan Allah takkan pernah menyalahi janj-Nya&#8221; (Ar-Ruum ayat 6)</p>
<p style="text-align:left;">Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.<br />
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.</p>
<p style="text-align:left;">Keta’atan yang tidak kalah teguhnya dalam menjalankan perintah Allah, juga dicontohkan Isma’il. Seorang anak yang masih belia dan putra Ibrahim satu-satunya. Pertanyaannya adalah, Bagaimana dan darimana Isma’il memiliki kepatuhan yang begitu tinggi, dan ketaatan yang begitu mempesona?. Maka dibalik rahasia kepatuhan Isma’il adalah, peran serta orang tua dalam proses bimbingan dan pendidikannya. Sosok ghulamun halim dalam arti seseorang yang santun, yang memiliki kemampuan untuk mensinergikan antara rasio dengan akal budi, tidaklah mungkin hadir begitu saja, tanpa melalui proses pembinaan yang panjang yang dilakukan oleh orang tuanya. Sehingga dengan tegar Isma’il berkata kepada ayahandanya dengan satu kalimat yang indah:</p>
<p style="text-align:left;">
يَاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنىِ اِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّبِرِيْن</p>
<p style="text-align:left;">“Wahai ayah, laksanakanlah apa yang diperintahkan Allah, niscaya ayah akan mendapati dirik,u seorang yang tabah hati, insya Allah”. (Ash-Shaffat: 102)</p>
<p style="text-align:left;">Kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail —’alaihima as-salam— dihadirkan Allah kepada kita untuk menjadi ibrah, bagaimana ketaatan seorang Ibrahim dan Ismail kepada Tuhannya, yang membuat mereka dengan suka-rela mengorbankan milik mereka yang paling berharga. Ibrahim bersedia menyembelih putranya, sementara Ismail dengan rela, tanpa keberatan sedikit pun, bersedia disembelih oleh ayahandanya tercinta. Ini semua, dilakukan demi membuktikan ketaatan mereka kepada Tuhannya.<br />
Karenanya, peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim dan keluarganya, yang puncaknya dirayakan dengan Hari Raya Qurban, mestinya jugamengingatkan kita, bahwa yang dikorbankan adalah sifat-sifat kebinatangan yang ada dalam kita sebagai manusia, demi mencapai qurban atau kedekatan diri kepada Allah SWT. Itulah sebabnya Allah mengingatkan dalam Surah Al-Hajj ayat 37:</p>
<p style="text-align:center;">
لَنْ يَّـنَالَ اللهَ لحُوُمُهَا وَلاَدِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَّناَلُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ</p>
<p style="text-align:left;">“Daging dan darahnya sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketaqwaanmulah yang dapat mencapainya”.</p>
<p style="text-align:left;">Hari raya Idul Adha kembali hadir untuk mengingatkan kita, akan ketinggian nilai ibadah haji dan ibadah qurban yang sarat dengan pelajaran kesetiakawanan, ukhuwwah, pengorbanan dan mendahulukan kepentingan dan kemaslahatan orang lain. Ibadah Haji dan ibadah qurban sama-sama mengadung makna tentang peningkatan semangat pengorbanan dari yang dimiliki untuk kepentingan Ilahiah dan kemanusiaan. Semoga akan lahir keluarga-keluarga Ibrahim berikutnya dari bumi tercinta Indonesia ini, yang layak dijadikan contoh teladan dalam setiap kebaikan untuk seluruh umat.</p>
<p style="text-align:right;">
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم<br />
استعينو بالصبر والصلاة إن الله مع الصابرين<br />
وقال تعالى ايضا :<br />
وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ الَّتقْوَى وَاتَّقُوْنِ يَا أُولِي اْلألْب</p>
<p style="text-align:right;">بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ</p>
<p style="text-align:left;">Bacaan Khutbah kedua</p>
<p style="text-align:right;">
الله أكبر 7<br />
اَلحَمْدُ ِللهِ الَّذِى هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا ان هدانا الله, وَالصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله واصحابه ومن تبع هداه. اَشْهَدُ اَنْ لااِلَهَ ِالاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلهُ ُخَتَمُ الاَ نْبِيَاءِ وَ المُرْسَلِيْنَ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ.<br />
فَياَعِبَادَاللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَىاللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمِ تُرْحَـمُوْنَ.<br />
وَاعْلَمُوْااَنَّ الله َتَعَالىَ صَلَّى عَلىَ نَبِيِّهِ<br />
فَقَالَ تَعَالىَ: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىِّ يَااَيُّهَـاالّذِيْنَ اَمَنُوْ صَـلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا.<br />
اللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ اِبْرَاهِيْم وَباَرِكْ عَلىَ مُحَمّد و على اَل محمد كَماَ بَارَكْتَ عَلىَ اِبْرَاهيم وعلى ال ابراهيم فى العَالمَِيْنَ اِنّك حَمِيْدٌ مَّجِيد.<br />
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ وَيَاقَاضِيَ الحَاجَاتِ. اللّهمَّ انْصُرِ الاِسْلاَمَ وَ المُسْلِمِيْنَ وَاهْلِكِ الكَفَرَةَ وَالمُشْرِكِيْنَ<br />
اِجْعَلْ اللّهُمَّ بَلْدَتـَناَ هَذِهِ بَلْدَةَ اِنْدُوْنِسِيَا بَلْدَةً اَمِنَةً مُطْمَئِنَةً رَخِيَّةً وَسَائِرَ بِلاَدِ المُسْلِمِيْن. اللّهُمَّ انْصُرْنَا وَقَوِّ اَجْسَادَناَ لِطَاعَتِكَ وَاجْتِناَبِ مَعَاصِيْكَ. اللَهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتـَقَـبَّلْ اَعْمَالَ اِخْوَانِنَا الَّذِيْن يُحَجُّوْنَ فىِ هَذَا العَامِ وَسَلِّمْ اَبْدَانَهُمْ وَاَدْياَنَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ مِنْ جَمِيْعِ البَلاَءِ وَالبَلاَياَ.<br />
رَبَـنَّااَتِنَا فىِ الدُّنْياَ حَسَنَةً وَ فىَ الاَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِـنَاعَذَابَ النَّارِ<br />
عِبَادَاللهِ, اِنَّ الله َيَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى القُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْالله َالعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرَاللهِ اَكْبَر</p>
<p dir="rtl">الله أكبر, الله أكبر, الله اَكْبَر وَلله الْحَمْدُ</p>
<p dir="rtl">والسلام عليكم ورحمة الله وبرا كـاته<strong></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=88&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2010/11/22/belajar-dari-keluarga-ibrahim-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mohon Maaf Lahir dan Batin</title>
		<link>http://velayati.wordpress.com/2010/09/09/mohon-maaf-lahir-dan-batin/</link>
		<comments>http://velayati.wordpress.com/2010/09/09/mohon-maaf-lahir-dan-batin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 05:15:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali velayati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://velayati.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Andai jemari tak sempat berjabat, raga pun tak bisa bersua, kata, tingkah dan tulisan membekas luka, maka tiadalah yang pantas diminta, Minal Aidin Walfaizin, Mohon maaf dalam lahir, maaf dalam batin.&#8221; Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1431 H. Ahmad &#8220;Ali Akbar&#8221; Purqon &#8220;Velayati&#8221; dan Keluarga Filed under: Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=79&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Andai jemari tak sempat berjabat, raga pun tak bisa bersua,</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>kata, tingkah dan tulisan membekas luka,</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>maka tiadalah yang pantas diminta,</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Minal Aidin Walfaizin, Mohon maaf dalam lahir, maaf dalam batin.&#8221;</em></strong></p>
<p><a href="http://velayati.files.wordpress.com/2010/09/kartu-lebaran-22.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-84" title="kartu lebaran 2" src="http://velayati.files.wordpress.com/2010/09/kartu-lebaran-22.jpg?w=470" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1431 H.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Ahmad &#8220;Ali Akbar&#8221; Purqon &#8220;Velayati&#8221; dan Keluarga</strong></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://velayati.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/velayati.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/velayati.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/velayati.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/velayati.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/velayati.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/velayati.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/velayati.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/velayati.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/velayati.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/velayati.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/velayati.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/velayati.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/velayati.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/velayati.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=velayati.wordpress.com&amp;blog=1670958&amp;post=79&amp;subd=velayati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://velayati.wordpress.com/2010/09/09/mohon-maaf-lahir-dan-batin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3353ecddde5fae347d9c960e01c99307?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">velayati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://velayati.files.wordpress.com/2010/09/kartu-lebaran-22.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kartu lebaran 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
