Mengenal dan Mencintai Rasululloh SAW

Khutbah Jumat
Dikhutbahkan atau di sampaikan pada tanggal 4 Maret 2011
Assalamualaikum. WR. Wb

اَلحَمْدُ لِلّهِ الذى خلق الانسان فى احسن تقويم. ثم رددناه اسفل سافلين إلا المؤمنين المخلصين. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادة تنجينا الى يوم الدين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الداع الى الحق والصراط المستقيم.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وسلم وبارك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاصَحْابِهِ اجمعين . اَمَّا بَعْدُ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَيُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ، وَمَنْ يُصَدِّقِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ،
قال الله تعالى فى القران الكريم:
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.
قُلْ اِنَّمَا اَناَ بَشَرٌمِثْلُكُمْ يُوْحىَ اِلَيَّ اَنَّمَا اِلهَـُكُمْ اِلَهٌ وَاحِد….

Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah
Alhamduillah, kita sekarang ini telah berada di Jumat terakhir di bulan Robiul awal, akan tetapi hingga hari ini, peringatan Kelahiran Rosululloh SAW, terus berkumandang di berbagai penjuru kampung, terus berkumandang di berbagai penjuru kota hingga seluruh pelosok tanah air. kelahiran beliau merupakan nikmat yang paling besar, merupakan puncak kenikmatan yang dirasakan khusus bagi umat manusia akhir zaman, dan khusus bagi kita yang terpilih sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Beliau Sang pembawa peringatan, Sang pembawa kabar gembira. Beliau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, membuka mata yang buta, membuka telinga yang tuli, serta menggugah hati nurani yang lalai. Dengan adanya Nabi Muhammad, Alhamdulillah kita tidak salah memilih Tuhan, kita tidak slah memilih agama, kita tidak salah memilih jalan, kita menjadi seorang mukmin dan mukminah. Beliau mengajarkan kita akhlaq, sehingga kita menjadi mahluk yang terpuji dan dipuji oleh Allah, Beliau menjadikan kita menjadi mahluk yang beradab dan bermartabat, sehingga kita pantas menduduki jabatan sebagai khalifah di muka bumi ini.

Nabi Muhammad SAW lahir pada era jahiliyah, era di mana kerusakan dan kegelapan telah benar-benar menyelimuti muka bumi. Kejahatan, kebodohan, dan kedzaliman merajalela di seluruh penjuru bumi. Sungguh perbuatan mereka bahkan lebih kejam dari perbuatan binatang sekalipun.

Kalau ditanyakan apakah ada nilai-nilai luhur yang berkembang pada masyarakat seperti itu ? maka jawabannya adalah ada. Akan tetapi nilai-nilai luhur yang masih terdapat dalam kehidupan mereka tidak lagi didasari dengan nilai-nilai ajaran agama, maka yang terjadi, kalau sesuatu tidak lagi didasari nilai-nilai agama, keputusan-keputusan mereka, cara pandang  mereka, tindakan-tindakan mereka selalu berada di tangan orang-orang zalim, begitu juga kebijakan-kebijakan dan kebijaksanaan yang mereka buat, baik untuk masyarakat mereka, keluarga mereka, bahkan untuk diri mereka sendiri, selalu  berada di tangan orang-orang batil, selalu berada di tangan orang-orang yang jahil.

Di tengah-tengah keadaan yang seperti itulah, Allah SWT memberikan anugrahNya yang teragung bagi zaman dan seluruh penduduk bumi tanpa terkecuali, yaitu dengan lahirnya seorang Sayyidul Mursalin wa khotamun Nabiyyin, Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW.

Baginda Nabi Muhammad SAW adalah penyampai wahyu dari Allah SWT, kepada beliau mukjizat Al-Qur’an diturunkan, yang merupakan Hudallinas wa bayyinatil minal huda wal furqon, menjadi petunjuk manusia, menjadi penjelas manusia, juga sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Nabi Muhammad SAW tidak hanya di utus untuk segolongan manusia saja, namun Nabi Muhammad SAW datang untuk menyeru seluruh alam kepada keagungan dan kebesaran Allah SWT, serta menyeru umat manusia untuk masuk ke dalam agama Allah SWT.

Tugas kerosulan yang Beliau pikul sangatlah berat di tengah masyarakat tanpa akhlaq, masyarakat tanpa rasa malu. Masyarakat tanpa hati nurani, tetapi Beliau tetap bertahan dengan kegigihan yang tak pernah kendur dan kecintaan yang tak pernah pudar.

Allah SWT berfirman:

“Sungguh telah datang kepadamu seorang rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantung dan penyayang terhadap orang-orang beriman” (Attaubah ayat 128)

Dialah Rosululloh SAW, rahmat yang menjadi anugrah. Dia telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan memberikan nasihat kepada umat. Dia berjihad di jalan Allah hingga ajal datang menjemput. Dia tidak pernah berbicara kecuali kebenaran, dan tidak pernah melakukan sesuatu kecuali kebaikan. Akhlaqnya indah, budi pekertinya menawan, disertai kharisma yang berwibawa dan perangai yang menyantuni. Dialah Muhammad SAW rahmat yang dihadiahkan kepada umat ini.

Sepanjang hidup nya, tak sedikit pun Beliau bergeser dari tujuan hidupnya yang mulia, dan tak pernah sedikit pun Beliau melanggar ikrarnya kepada Allah SWT.  Belum lagi lagi datang sepertiga yang akhir dari malam, Beliau bangkit berdiri, berwudhu, dan bermunajat kepada Allah, lalu sholat sambil menangis. Sungguh teladan yang paripurna.

لقد كان لكم رسول الله اسوة حسنة

“Sungguh telah ada pada diri Rosululloh suatu contoh yang baik”

Kedudukan Nabi Muhammad SAW memang sungguh luar biasa. Di dalam Al-Quran terdapat banyak ayat yang memuji Beliau, apakah dalam bentuk pujian langsung, seperti ayat yang menyatakan bahwa Nabi memiliki akhlaq yang sangat luhur, atau dalam bentuk penyebutan akan sifat-sifat terpuji Beliau. Allah memuji Muhammad dengan berbagai pujian karena keluhuran akan akhlak-nya (Surah Al-Qolam ayat 4); Allah memuji kepedulian Nabi dan kasih sayangnya kepada umat manusia, dalam Surah Attaubah ayat 108. Pengorbanan diri Nabi, dan tidak mementingkan diri demi kebahagiaan orang lain, Dalam Surah Thoha ayat:2-3. Selain itu Allah Swt memberi perhatian yang khusus kepada Nabi Muhammad saw jika ada sedikit saja  “masalah” yang dihadapinya sebagaimana yang terdapat dalam Surah Addhuha:1-3; dan Surah Alam Nasyroh:1-4.

Maasyirol hadirin Rohimakumullah

Rasululloh SAW datang sebagai penutup bagi semua risalah samawi, jadi beliau adalah penutup para Nabi dan rosul. Beliau telah diangkat menjadi Nabi ketika Adam masih berupa tanah. Rasululloh bersabda:

“Sesungguhnya aku hamba Allah yang merupakan penutup para Nabi ketika Adam masih berupa tanah” (HR. Ahmad Alhakim dan Ibn Hibban)

Dan dalam firman Allah Taala :

ماكان محمد ابا احد من رجالكم ولكن رسول الله وختم النبين

“Muhammad itu bukanlah Bapak seseorang di antara kamu, tetapi ia adalah Rasululloh dan penutup para Nabi, dan Maha mengetahui segala sesuatu”  (Al-Ahzab ayat 40)

Jadi bukan bermakna cincin para Nabi sebagaimana yang diungkapkan oleh orang-orang kafir. Karena untuk mengartikan perkataan khotama harus melihat sambungan-sambungan dari perkataan itu. Umpamanya, mari saya misalkan:

  1. Kalau saya katakana “Labisal khotam” maka artinya memakai cincin
  2. Kalau dikatakan “husnul khotimah” artinya kesudahan umur yang baik.
  3. Kalau dikatakan “khotamun nabiyyin” maka tidak ada arti lain kecuali penutup para nabi.

Maka janggal sekali kalau dikatakan bahwa Nabi Muhammad itu adalah “cincin para Nabi” apa artinya itu? Pendeknya tafsir kaum yang mengatakan “cincin para nabi” adalah tafsir omong kosong dan tidak berdasarkan hadits-hadits Nabi.

Banyak sekali hadits-hadits Nabi yang memperkuat bahwa tidak ada Nabi setelah Baginda nabi Muhammad SAW, yang dapat saya kutif sebagai berikut:

“Bani Israil diperintah oleh Nabi-Nabi. Setiap wafat Nabi lantas diganti oleh Nabi yang lain, tetapi sesudah saya tidak ada lagi Nabi”. (HR. Bukhori)

Dalam hadits yang lain Rosululloh bersabda:

“Akan ada pendusta 30 orang, semuanya mengaku Nabi, dan aku adalah Nabi penghabisan tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (HR. Tirmidzi)

Dan dalam hadits yang lain, Nabi memperkuat hadits di atas dengan Sabdanya:

“Tidak akan datang hari kiamat, hingga dibangkitkan dajal-dajal pembohong kurang lebih 30 orang, yang semuanya mendakwakan dirinya, bahwa ia Rosululloh (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)”

Dan berbicara kasus nabi-nabi palsu yang terjadi di Indonesia sekarang ini, Kasus ini adalah rentetan panjang. Yang mana kalau terjadi kasus-kasus semacam ini Islam selalu diposisikan sebagai tertuduh satu-satunya.  Dan sayangnya sekelompok orang dari dalam umat Islam sendiri tampaknya senang Islam jadikan tertuduh.

Yang jelas masalahnya makin kemana-mana, bahkan bisa menambah rasa umat yang selama ini menahan diri lantaran keyakinan agamanya ternista oleh sekelompok umpan kemarahan sebagiannya. Karena, siapa yang tidak marah, kita pun marah, lantaran marah juga pertanda Iman dan Islam masih bersemi. Bagi yang tidak marah, berarti keimanannya sudah mati. Namun yang perlu kita perlu kita garis bawahi, bahwa tindakan kekerasan terhadap mereka, justru bisa kontraproduktif, karena bisa menguntungkan kelompok mereka, yang terkesan selalu dizolimi. Fatwa MUI saja dianggap penzaliman terhadap mereka. Padahal kalau mau jujur yang melakukan kekerasan, memvonis kapir, memvonis sesat, justru datang dari kelompok mereka sendiri. Namun Islam melarang pelampiasan amarah yang membabi buta

Dari segi ajaran mereka, jelas bagi kita, ajaran yang meyakini adanya nabi setelah Muhammad SAW tidak bisa dibenarkan, kendati tidak membawa syariat baru. Sebab, untuk apa Allah mengutus nabi baru kalau tidak membawa syariat baru. Jadi tidak ada tawar-menawar lagi tentang nubuwah Muhammad, sebagai nubuwah terakhir. Islam sudah final tidak ada Nabi terakhir kecuali Nabi Muhammad SAW. Kalau ada yang mengakui Nabi selain Nabi Muhammad maka itu bukan Islam.

Dan Tugas Negara dalam Islam bukan sekedar mengatur urusan dunia, tapi juga mengatur urusan akhirat atau keagamaan. Apalagi kalau urusan agama itu menyangkut masalah ketertiban dan menjaga dari hal yang menimbulkan keresahan, atau gejolak di masyarakat. Maka kewajiban Negara untuk turun tangan mengaturnya.

Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah

Kesalahan terbesar pula dari pihak yang menolak mengakui kebesaran Nabi Muhammad dan menolak memujanya, bahkan menganggap pelakunya bertindak berlebih-lebihan dengan kultus yang diharamkan, karena mereka melihat Nabi Muhammad dengan kacamata materi saja. Mereka hanya melihat Nabi saw sebagai makhluk biologis. Mereka lupa bahwa manusia memiliki dimensi yang jauh lebih tinggi dari sekadar dimensi biologis. Yaitu dimensi ruhani yang merupakan jati diri manusia yang sesungguhnya.

Melihat Rosululloh hanya dari dimensi biologisnya adalah logika orang-orang kafir, bukan logika orang-orang beriman. Dengan alasan bahwa, para Nabi itu hanya manusia seperti mereka, karena itulah yang menyebabkan orang-orang kafir menolak mengakui Beliau sebagai nabi dan Rasul.

Mengagungkan Nabi Muhammad justru mendudukkan posisi Nabi sebagaimana mestinya seperti yang diperintahkan Al-Quran. Dengan demikian yang mengagungkan dan memerintahkan kita untuk mengagungkan Nabi adalah Allah Taala sendiri, bukan kita, kita hanya mengikuti perintah dan ajarannya saja. Lalu kenapa kita menentang Allah dan RosulNya hanya karena takut jatuh dalam kultus yang kita ciptakan sendiri ?

Sebagai penutup, marilah kita renungkan peristiwa yang terjadi pada zaman Nabi SAW di bawah ini. Dari ‘Abdullah bin Amr berkata: “Aku menulis segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah SAW. Aku bermaksud menghapalnya. Tapi orang-orang Quraisy melarangku dan mereka berkata: “Engkau menulis segala sesuatu yang engkau dengar dari Rasulullah? Padahal beliau hanyalah seorang manusia yang berbicara saat marah dan senang.” Sejak itu Aku berhenti menulis. Tetapi kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah. Ia kemudian menunjuk kepada mulutnya dan berkata: “Tulis saja. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya tidak ada yang keluar dari sini kecuali kebenaran.”

Salam Alaika Ya Rosulullah, Salam Alaika Ya Habiballah

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.