Anugrah yang Teragung

Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW
Yang disampaikan Di Mejelis Nurul Irfan Kekupu Perigi Sawangan
Hari Jumat 15 April 2011

اَلحَمْدُ لِلّهِ نَسْتَعِيْـنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِالله ُفَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمِن يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ الله, اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الذى بلّغ الرسالة وادّ الأمانة ونصح الأمّة وجاهد قى الله حقّ جهاده ولا نبي بعده.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الْمِيْعَادِ. اَمَّا بَعْدُ.
قال الله تعالى فى القران الكريم:
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم
قل ان كنتم تحبون الله فاتبعونى يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم والله غفور رحيم
وقال الله :
وما ارسلنك الا رحمة للعالمين
وقال نبي صلى الله عليه وسلم:
انما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق

Hadrotil mukarram wa muhtarom para alim ulama, para kiai, para asatidzah, para hujaj, dan para tokoh masyarakat. Wa bil khusus guru kita bersama, Adda’I ilallah wa Rosulih, mujahid fi sabilillah, ……., wa bil khusus guru kita bersama,……., yang tadi telah menyampaikan Tausiyah dan nasihatnya kepada kita, yang apa beliau sampaikan dapat bermanfaat dan menjadi renungan buat kita, serta para asatidz, para kiai, Para tokoh masyarakat Bapak RT, Bapak RW, yang sama-sama kita hormati, dan saya tidak sebutkan satu-persatu, tetapi tidak mengurangi hormat dan ta’zim saya, semoga selalu dimuliakan oleh Allah SWT.

Dan wabil khusus untuk Shohibul Maulidurrosul, yang juga pengasuh Majelis Talim Nurul Irfan, Orang tua saya, Guru saya, temen seperjuangan saya, yang telah mengundang saya untuk hadir pada tempat yang penuh barokah ini beserta keluarga, seluruh jamaah, panitia peringatan Maulid Nabi, dan Bapak-Ibu muhibbin lillah wa rosulih, yang juga mudah-mudahan selalu dimuliakan oleh Allah SWT. Amin.

Alhamdulillah, hari ini, di malam hari yang cerah ini, kita berada pada tempat yang penuh barokah ini. Karena malam ini kita bersama Rosululloh, malam ini kita bersama Habibullah, dalam rangka memperingati kelahiran Beliau, kelahiran junjungan alam, Nabi Besar Muhammad SAW. Karena kelahiran beliau merupakan nikmat yang paling besar, merupakan puncak kenikmatan yang dirasakan khusus bagi umat manusia akhir zaman, da khusus bagi yang terpilih sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Beliau Sang pembawa peringatan, Sang pembawa kabar gembira. Beliau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, membuka mata yang buta, membuka telinga yang tuli, serta menggugah hati nurani yang lalai. Dengan adanya Nabi Muhammad, Alhamdulillah kita tidak salah memilih Tuhan, kita tidak slah memilih agama, kita tidak salah memilih jalan, kita menjadi seorang mukmin dan mukminah. Beliau mengajarkan kita akhlaq, sehingga kita menjadi mahluk yang terpuji dan dipuji oleh Allah, Beliau menjadikan kita menjadi mahluk yang beradab dan bermartabat, sehingga kita pantas menduduki jabatan sebagai khalifah di muka bumi ini.

Maka Nabi yang kita peringati maulidnya malam ini, adalah Nabi yang Allah Taala sebagai manusia yang punya Akhlaq yang agung, sebagaimana dinyatakan oleh Allah dalam Al-Quran

انك لعلى خلق عظيم

Nabi yang kita peringati maulidnya malam ini adalah Nabi yang Allah nyatakan sebagai utusan untuk seluruh alam membawa kabar gembira dan peringatan, Wa Qoola Taala::

وما ارسلنك الا رحمة للعالمين

وقال تعالى: وما ارسلنك الا كافة للناس بشيرا ونزيرا

Maka Nabi yang kita peringati maulidnya malam ini adalah manusia yang Allah jadikan sebagai uswatun hasanah, sebagaimana Allah nyatakan:

لقد كان لكم رسول الله اسوة حسنة

Dan Nabi yang kita peringati maulidnya malam ini, adalah Nabi yang Allah Taala tegaskan sebagai Nabi penutup para Nabi, Wa Qoola Taala:

ماكان محمد ابا احد من رجالكم ولكن رسول الله وختم النبين

Nabi Muhammad SAW lahir pada zaman jahiliyah, kalau bicara jaman jahiliyah bapak/ibu, saya yaqin Bapak/ibu tau maknanya, apa itu yang disebut jaman jahiliyah. Yaitu jaman kebodohan. Tapi pertanyaannya apakah semua orang pada saat itu rata-rata bodoh ? Tidak , pada jaman itu, peradaban pada saat itu begitu hebat, Kisra, Romawi, bahkan mungkin china, orang Arab pada jaman itu pandai berdagang dan bersyair. Maka yang disebut dengan jaman jahiliyah, adalah jaman yang penuh dengan kerusakan dan kegelapan. Kejahatan, kebodohan, dan kedzaliman merajalela di seluruh penjuru bumi. Begitu rusaknya manusia, begitu bodohnya manusia pada jaman itu, yang saya dapat misalkan, sebagai contoh jika seorang suami meninggal, istrinya juga akan dikuburkan pula bersama jasad sang suami (Romawi), bahkan tidak jarang seorang istri dibakar hidup-hidup setelah kematian sang suami (kisra). Hampir merata kezaliman, hampir merata kegelapan. Di semenanjung Arab, bayi perempuan yang lahir akan dikubur hidup-hidup oleh ayah mereka. Alasan-alasan mereka  mereka melakukan hal biadab tersebut, mereka kuatir jikalau anak perempuan mereka, wanita-wanita mereka tersebut, kelak akan membuat aib bagi keluarganya. Perbuatan mereka, keadaan mereka, benar-benar mereka berprilaku seperti binatang,  bahkan lebih kejam dari perbuatan binatang sekalipun.

Tetapi ada yang perlu kita garis bawahi Bapak/Ibu, keadaan jahiliyah seperti itu menyelimuti seluruh pelosok bumi. Kegelapan dan kebiadaban hampir merata di seluruh muka bumi. Maka ada yang perlu kita luruskan tentang beberapa pendapat salah, beberapa pendapat yang keliru bahkan meyesatkan. Kalimat-kalimat yang menyesatkan tersebut ada dalam buku-buku sejarah yang dipelajari oleh anak-anak kita bapak/ibu.

Kalau dikatakan bahwa jaman jahiliyah adalah jaman yang penuh dengan kegelapan,  itu jawaban yang benar, akan tetapi kalau ada yang menyatakan bahwa bangsa Arab adalah bangsa yang paling biadab pada saat itu, sungguh itu adalah ungkapan yang sangat keliru, ungkapan yang menyesatkan dan penuh kebencian kepada Islam. Maka ketahuilah Bangsa Arab pada saat itu adalah bangsa yang terbaik dari bangsa-bangsa yang ada pada saat itu. Jadi jangan terkecoh dan terpengaruh yang menyatakan bahwa Rosululloh diturunkan kepada Bangsa Arab, karena bangsa Arab pada saat itu adalah bangsa paling biadab dari bangsa-bangsa yang lain. Mau lebih jelasa bapak/ibu, Mari kita lihat perkataan saya sebelumnya.

Jika seorang suami meninggal dunia, istri juga akan dikubur hidup-hidup bersama jasad sang suami, itu terjadi pada bangsa Romawi, dan kita harus tahu, bangsa Romawi walaupun peradaban mereka begitu tinggi, adalah bangsa yang suka mengadu manusia, baik itu antar manusia, maupun manusia dengan hewan, yang biasa kita sebut dengan gladiator, bangunannya pun masih ada sampai sekarang di kota roma yang disebut colloseum.

Perkataan saya, tidak jarang istri dibakar hidup-hidup setelah kematian sang suami, itu terjadi dengan bangsa Kisra atau mungkin disebut bangsa Persi, bangsa ini terkenal individualist, begitu individualistnya mereka tidak segan-segan merampok saudara mereka sendiri.

Sedangkan perkataan saya, bahwa bangsa Arab Quraisy suka membunuh anak-anak Pr, itu hanya segelintir orang saja, bahkan kita hanya mendengar sejarah Umar Ibnu Khottob sebelum beliau masuk Islam. Maka Kalau dikatakan semua bangsa arab melakukan seperti itu. Bapak/Ibu enggak mungkin ada siti Aminah, engga mungkin ada Siti Khodijah, enggak mungkin ada hafsah putri Umar Ibnu Khottob.

Maka yang menyatakan bahwa Rosululloh dilahirkan pada bangsa Arab, karena bangsa Arab adalah bangsa yang paling biadab adalah ungkapan yang konyol, yang dilakukan oleh orang-orang yang membenci Islam seperti para misionaris, seperti yang dilakukan dan diucapkan oleh christian snouck hurgrunye ketika ditugaskan pemerintah belanda untuk memecah umat Islam pada jaman penjajahan dulu.

Rosululloh diturunkan dan berasal dari bangsa arab quraisy, karena bangsa arab pada saat itu adalah bangsa yang terbaik. Maka yang benar dan pasti pada jaman jahiliyah adalah jaman yang penuh kegelapan di seluruh umat manusia. Sekarang terserah kita bapak/ibu mau percaya dengan snouck hurgrunye atau lebih percaya kepada Rosululloh.

Kemudian kalau Bapak/Ibu tanyakan kepada saya, ustadz apakah tidak ada nilai-nilai luhur yang berkembang pada bangsa-bangsa seperti itu ? maka jawabannya adalah ada. Akan tetapi nilai-nilai luhur, nilai-nilai agung yang masih terdapat dalam kehidupan mereka tidak lagi didasari dengan nilai-nilai agama, tidak lagi didasari dengan ajaran-ajaran agama, maka ketahuilah sesuatu yang tidak lagi di dasari oleh nilai-nilai agama, tidak lagi didasari oleh ajaran-ajaran agama, maka yang terjadi dari keputusan-keputusan mereka, pandangan-pandangan mereka, cara pandang mereka, akan selalu berada di tangan orang-orang yang zalim, akan selalu berada di tangan orang-orang yang jahil. Begitu juga kebijakan-kebijakan, kebijaksanaan-kebijaksanaan yang mereka buat, dan mereka terapkan, baik untuk diri mereka sendiri, keluarga mereka, masyarakat mereka, akan selalu berada pada tangan orang-orang yang jahat, selalu  ada di tangan orang-orang yang batil.

Di tengah-tengah keadaan yang seperti itulah, Allah SWT memberikan anugrahNya yang teragung bagi zaman dan seluruh penduduk bumi tanpa terkecuali, yaitu dengan lahirnya seorang Sayyidul Mursalin wa khotamun Nabiyyin, Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW.

Tak terhitung banyaknya manusia yang terangkat derajatnya berkat kehadiran beliau, berkat kedudukan Beliau di sisi Tuhannya. Salahsatu contoh karunia yang tak ternilai harganya adalah, bahwa apa yang dibawa Nabi, telah mengangkat harkat derajat kaum wanita dari sejarah kelam umat manusia yang telah menghinakan mereka. Salahsatu contohnya adalah, darajat seorang ibu yang diletakkan dalam kedudukan yang amat mulia, baik dihadapan anaknya, suaminya, maupun keluarga besarnya. Tak terhitung jumlah kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita Sebab kelahiran Beliau.

Baginda Nabi Muhammad SAW adalah penyampai wahyu dari Allah SWT, kepada beliau mukjizat Al-Qur’an diturunkan, yang merupakan Hudallinas wa bayyinatil minal huda wal furqon, menjadi petunjuk manusia, menjadi penjelas manusia, juga sebagai pembeda antra yang hak dan yang batil. Nabi Muhammad SAW tidak hanya di utus untuk segolongan manusia saja, namun Nabi Muhammad SAW datang untuk menyeru seluruh alam kepada keagungan dan kebesaran Allah SWT, serta menyeru umat manusia untuk masuk ke dalam agama Allah SWT.

Tugas kerosulan yang Beliau pikul sangatlah berat di tengah seluruh manusia bumi tanpa akhlaq, tanpa rasa malu. Tetapi Beliau tetap bertahan dengan kegigihan yang tak pernah kendur dan kecintaan yang tak pernah pudar.

Allah SWT berfirman:

“Sungguh telah datang kepadamu seorang rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantung dan penyayang terhadap orang-orang beriman” (Attaubah ayat 128)

Dialah Rosululloh SAW, rahmat yang menjadi anugrah. Dia telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan memberikan nasihat kepada umat. Dia berjihad di jalan Allah hingga ajal datang menjemput. Dia tidak pernah berbicara kecuali kebenaran, dan tidak pernah melakukan sesuatu kecuali kebaikan. Akhlaqnya indah, budi pekertinya menawan, disertai kharisma yang berwibawa dan perangai yang menyantuni. Dialah Muhammad SAW rahmat yang dihadiahkan kepada umat ini.

Sepanjang hidup nya, tak sedikit pun Beliau bergeser dari tujuan hidupnya yang mulia, dan tak pernah sedikit pun Beliau melanggar ikrarnya kepada Allah SWT.  Belum lagi lagi datang sepertiga yang akhir dari malam, Beliau bangkit berdiri, berwudhu, dan bermunajat kepada Allah, lalu sholat sambil menangis. Sungguh teladan yang paripurna.

“Sungguh telah ada pada diri Rosululloh suatu contoh yang baik”

Dalam Kitab Simtuduror karangan Al-Alamah Al-Habib Ali Bin Muhammad, bin Husen Al-habsyi, kelahiran dan keagungan Rosululloh Muhammad begitu indah digambarkan dalam syairnya:

Ya Laqolbin….

Maasyirol hadirin Rohimakumullah

Bulan Robiul Awal, bulan di mana Rosululloh dilahirkan, sudah lama berlalu, sekarang kita telah berada diujung akhir bulan Robiul Tsani. Tetapi peringatan Kelahiran Beliau tetap semarak dan terus diperingati oleh kita, sebagai tanda rasa syukur kita dengan kelahiran Beliau. Akan tetapi, bagaimana keadaan hati-hati kita dalam mencintai Nabi Muhammad SAW? Sudah meningkat rasa cinta kita kepada Allah, dan kepada beliau? Apakah Allah dan Rosululloh sudah kita cintai melebihi cinta kepada diri kita, dan melebihi cinta kita kepada mahluk apapun? Apabila disebut nama beliau, sudahkah hati kita bergetar, dan memendam rasa rindu yang teramat sangat? Sudahkan beliau kita jadikan tonggak perilaku kita dalam kehidupan kita sehari-hari? Sudahkah dengan peringatan Maulid ini kita semakin cinta, dan sangat bersemangat dalam mengikuti syariat yang Beliau bawa, dan Beliau terima dari Tuhannya?

Katakan olehmu Wahai Muhammad, sampaikan olehmu wahai Muhammad, kepada seluruh hamba-hamba Allah, kalau betul kalian beriman kepada Allah, kalau betul kalian beriman kepada Nabi Muhammad, jika betul kalian beriman kepada para malaikat, Fattabi’uni, maka ikutilah Nabi Muhammad SAW, bukan ikuti apa-apa, melainkan ikuti syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Itulah yang disebut rahmat Allah, wa maa arsalnaka illa rahmatan lilalamin, tidak kami utus engkau ya Muhammad, melainkan semata-mata untuk menjadi rahmat Allah dalam bentuk syariat.

Tidak mungkin orang hanya bersholawath masuk surga bapak/ibu, tidak mungkin orang hadir sebatas maulid kemudian Allah janjikan baginya surga, di mana orang itu tidak sembahyang, tidak menuntut ilmu, tidak memberi zakat, tidak berakhlaqul karimah, tidak kenal Nabi, tidak kenal ulama, tidak mungkin bapak ibu, yang ada mereka hanya sebaliknya, menyakiti Allah, dan menyakiti Rosululloh. Karena setelah hadir dalam maulid mereka bermaksiat lagi kepada Allah, mereka meremehkan syariat yang dibawa Rosululloh, mereka meremehkan sunnah-sunnah Rosululloh SAW.

Perayaan Maulid ini Bapak/Ibu, baru kita mengungkapkan kepada Beliau tanda-tanda kita cinta kepada Beliau, Bapak/Ibu rohimakumullah. Sering dan selalu saya tanyakan, Apakah Bapak/Ibu mencintai Rosululloh? Yah pasti jawabannya seperti itu…Apakah Bapak/Ibu dicintai oleh Rosululloh? Nah inilah yang harus kita pikirkan, inilah yang harus kita khawatirkan. kita sangat mencintai Rosul, tapi jarang kita tanyakan apakah Rosululloh mencintai kita…apakah kita yaqin Rosulloh mencintai kita tapi dunia masih menjadi proritas pencapaian kita, apakah kita yaqin Rosululloh mencintai kita, tapi akhlaqul karimah masih kita anggap sesuatu yang remeh, sedangkan Rosululloh menyatakan “Innama buistu liutamimma makarimal akhlaq, aku diutus untuk menjadi penyempurna akhlaq yang baik”. Apakah kita yaqin dicintai Rosululloh, sedangkan perjalanan hidup Nabi, Suka-duka perjuangan Nabi, sifat-sifat Nabi, apa yang disuka oleh Nabi, apa yang tidak disuka oleh Nabi, kita sama sekali tidak mengetahui, bahkan cenderung tidak perduli. Bahkan untuk besrholawath setiap hari kepada Rosululloh saja jarang, dan segan rasanya bersholawath kepada beliau ketika nama beliau disebutkan. Bukankah begitu bapak ibu?

Sekali lagi Bapak/Ibu perayaan Maulid baru hanya mengungkapkan cinta kita kepada Beliau, maka cinta yang sebenarnya adalah menikahi syariat yang Belia bawa, menjalankan perintah Nabi Muhammad SAW. Itulah yang diartikan cinta, itulah yang dimaksud Firman Allah, Qul in kuntum tuhibbunallah fattabi’uni… Dan yang dimasud rahmat Allah adalah syariat, yaitu menjalankan syariat Allah yang dibawa oleh Rosululloh Muhammad SAW.

Maka termasuk suatu kesalahan yang amat besar dan sungguh fatal, apabila kita mengatakan “cukup kita mencintai Allah saja”. Atau sebagian dari mereka mengatakan ”Haruskah kita melewati pintu Rasululloh? Ketahuilah, bahwa kami akan langsung menuju Allah tanpa perantara siapa pun.”

Sungguh, sungguh suatu kesalahan yang amat besar dan sungguh fatal,

Begitu juga kesalahan yang fatal kalau kita menyakini cukup dengan perayaan Maulid Beliau saja, kita merasa sudah mencintai Beliau, dan merasa berhak mendapat syafaatul uzma beliau nanti di akhirat.

Maka tidak diragukan lagi Rosululloh Muhammad SAW adalah anugrah yang paling agung yang Allah limpahkan untuk umat ini, dialah penutup para Nabi dan rosul, dan Allah menyaksikan baginya bahwa ia benar-benar berakhlaq yang luhur.

                    “dan sesungguhnya engkau benar-benar berakhlaq yang luhur” (Al-Qolam ayat 4)

Mungkin inilah yang saya bisa sampaikan dalam kesempatan yang baik ini, semoga apa yang bisa sampaikan walaupun sedikit dapat bermanfaat buat diri kita. Dan ucapan terimakasih kepada Ustadz Utun Sanjaya yang telah memberikan waktu dan kesempatan buat saya, hingga dapat bersilaturahmi dan bertawajuh kepada Bapak/Ibu, saudara, pemuda, remaja, dan anak-anak generasi pejuang Rosululloh, hingga mudah-mudahan silaturahmi dapat memberikan atsar yang baik, terkhusus buat saya.

Dan kita doakan kepada Bapak Ust.beserta seluruh keluarga, terkhusus buat anak beliau yang juga murid dan sahabat saya, yang telah sedang membangun dan mengembangkan majelis talim, yang bernama majelis talim nurul irfan ini. Semoga apa yang sedang beliau usahakan demi membangun generasi Qur’ani, membangun remaja dan pemuda Allah dan Rosululloh, Allah mudahkan jalannya, Allah gampangkan urusannya, Allah alirkan rezekinya hingga tidak kendali dalam membangun kebaikan, dan benar-benar Allah jadikan niat yang baik dan tempat yang baik ini benar-benar menjadi ladang amal buat beliau dan buat kita yang berada di sekeliling tempat ini.

Mari apa Bapak/Ibu kita bantu apa yang sedang beliau usahakan, baik tenaga kita, pikiran kita, maupun sedikit rezeki dari kita. Tentulah apa yang sedang beliau bangun dan usahakan , tidak akan berjalan baik tanpa dukungan kita, apalagi yang tinggal di sekeliling tempat ini dan merasakan manfaat untuk anak-anak kita.

Mari kita mudahkan jalan beliau, agar majelis talim Nurul Irfan ini dapat terus berkembang, dan melahirkan generasi pejuang dan pembela agama Allah, bahkan dapat menjadi sebuah pondok pesantren.

Terakhir, apa yang sedang kita laksanakan malam ini, semoga Allah jadikan peringatan Kelahiran Kekasih Allah SWT, menghasilkan atsar yang baik buat diri kita, dan benar-benar Allah Taala jadikan diri kita para pecinta dan pembela Rosululloh, para pecinta dan pembela agama Allah.

Ya Allah sampaikanlah sholawat dan salam kami kepada Rosululloh, dan saksikanlah kami bagian dari umat-umat beliau yang terpilih, dan jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang berdiri dan berbaris di bawah bendera Rosululloh, dan memperoleh syafaatul uzma Beliau.

اللّهُمَ بِحُرْمَةِ سيّدنا محمد النبي الكريم وعلى اله واصحابه السَّالِكِين لِنَهْجِيْهِ القَوِيْم, اِجْعلنا يا الله مِنْ خِيَارِ اُمّته, وَاحْشُرْنا غَدًا في زُمْرَتِه وَاحْيِناَ مُسْتَمْسِكِيْن بطاعته ومَحَــــبَّتِهِ وَاَمِتْناَ على سُـــــــنَّتِهِ وَجَمَاعَتِهِ.

اللّهم انا نسئلك بجاه النبى المصطفى واله اهل الصّدْقِ والوَفىَ كن لنا مُعِيْناً ومُشْفِعًا. اللهم انا نسئلك ونتوسَّلُ اليك بنبيك المختار, واله الاطهار واصحابه الاخيار . كفّر عنّا الذنوب و الاَوْزَار , واجمع بيننا وبينه فى الدار القرار برحمتك يا عزيز يا غفار والحمد لله رب العالمين.

Ilahi Bijahil Anbiyaa….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.