Khutbah Jumat
yang disampaikan pada tanggal 28 Januari 2011
Assalamualaikum. WR. Wb
اَلحَمْدُ لِلّهِ ربِّ العالمين وبه نستعين على اُمُوْرِ الدّنيا والدين والصّلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله واصحابه ومن تبعه بإحسان الى يوم الدّين . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ المَلِكُ الحقِ المبين, وَاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صادق الوعدِ الامين . اَمَّا بَعْدُ.
فيا عبادالله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَىاللهِ فقد فازَ المُـتَّقُون.ويَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ .
قال الله تعالى فى القران الكريم:
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.
قُلْ هُوَالله اَحَدٌ, الله الصَّمَدُ, لمَ يَلِدْ ولَـمْ يُوْلَدْ, وَلَـمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا اَحَدٌ.
وقال تعالى ايضا:
وَمَا اَرْسَلْناَ مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُوْلٍ اِلاَّ نُوْحِى إِلَيْهِ اَنَّهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَناَ فَاعْـبُدُوْنِ
Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah
Alhamdulillah segala Puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Pemurah, Yang Maha pemberi, Yang Maha memberi rezeki, Yang Maha Pengasih lagi maha penyayang. Dzat yang telah menolong para hambanya berbuat kebaikan, dan Dzat yang menolong para hambanya terhindar dari berbuat keburukan. Kita memuji Allah dan mengitiqodkan segala perbuatan kita dengan niat yang ikhlas, semata-mata mengharapkan keridhoan Allah SWT semata. Semoga Allah jadikan diri kita bagian dari golongan hamba-hamba yang saalik, hamba yang tak henti-hentinya mencari jalan kepada jalannya Allah Ta’ala.
Sholawat dan Salam semoga Allah Ta’ala selalu limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW seorang kekasih pembawa anugrah bagi setiap manusia, beserta keluarganya, para Sahabatnya dan para pengikutnya.
Pada Khutbah ini, tidak lupa saya mengingatkan kepada seluruh jamaah, dan terkhusus pada diri khotib, agar kita senantiasa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan sekuat tenaga dan pikiran kita, dalam melaksanakan apa pun yang diperintahkanNya, dan sekuat tenaga dan pikiran pula untuk meninggalkan segala apa pun yang dilarangNya .
Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah
Tauhid adalah dasar keilmuan yang sangat penting bagi setiap muslim, sebab tauhid menyangkut aqidah yang berkaitan dengan Islam. Sedangkan aqidah merupakan pondasi bagi keberagamaan seseorang, dan benteng yang kokoh untuk memelihara aqidah dari ancaman keraguan dan kesesatan.
Kita seringkali mendengar terjadinya berbagai penyimpangan dalam aqidah, baik penyimpangan aqidah dalam berpikir, berkata, bahkan bertindak. Hal itu terjadi karena jauhnya pemahaman yang benar tentang dasar-dasar aqidah Islam yang berkaitan dengan tauhid, dan terjadi pemahaman yang salah terhadap masalah keagamaan.
Hakikat Iman menurut Syara’, adalah membenarkan terhadap apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah Ta’ala. Pokok-pokok keimanan itu terangkum dalam pokok keimanan yang enam yang disebut dengan rukun iman. Yaitu beriman kepada Allah, beriman kepada para malaikat Allah, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada para utusan Allah, beriman kepada hari akhir, dan terakhir beriman kepada qodar yang baik maupun qodar yang buruk. Sebagaimana sabda Nabi SAW:
اَنْ تُؤْمِنَ باللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرَسًولِهِ وَاليَوْمِ الاَخِرِ وَالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
“hendaklah kamu beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para utusanNya, hari akhir, dan beriman kepada ketentuan Allah yang baik maupun yang buruk.” (Al-Hadits)
Maka salahsatu manifestasi beriman kepada Allah, adalah mengitiqodkan bahwa Allah itu ada. Wujud Allah tanpa berawal dan tanpa berakhir. Bukti adanya Allah, adalah adanya alam semesta ini, jika Allah tidak ada, niscaya alam semesta ini tidak mungkin dan tidak akan pernah ada. Dan semua mahluk yang ciptakan Allah itu disebut alam sebagai bukti atas barunya, dan butuh kepada pencipta yang qodim.
Dan kita mengitiqodkan bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala itu esa, tidak ada sekutu bagiNya dalam ketuhananNya, dan tidak ada yang sama serta serupa dengan zatNya, sifatNya, maupun perbuatanNya.
قُلْ إِنَّمَا يُوْحَى إِلَىَ أَنَّمَا إِلَهًكًم إِلَهٌ وَاحِدٌ فَهَلْ اَنْـتُمْ مُسْلِمُوْن
“Katakanlah: Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah engkau berserah diri KepadaNya”. (Al-Anbiya ayat 108)
هُوَ الاَوَّلُ وَالاَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَـْيءٍ عَلِيْمٌ
“Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhohir dan yang Batin, dan Dia Maha Mengatahui segala sesuatu”. (Al-Hadid ayat 3)
Allah Ta’ala hidup selama-lamanya dan kekal abadi, Allah Maha mengetahui segala kejadian yang ada di langit dan bumi, dan Allah Maha mengatur segala pergerakan mahluknya, sekalipun itu hanya sebuah pergerakan atom. “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan Kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. (Arrahman ayat 26 dan 27). Dan “Tidak luput pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarroh (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil tidak ada pula yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz). (Surah Yunus; ayat 61).
Allah Maha Kuasa menjadikan segala sesuatu, bebas melakukan semua perkara dan tidak dapat dibatasi kekuasaannya. kekuasaanNya tidak akan tertimpa suatu kelemahan dan tidak terhalang dengan kebesaran dan kehinaan, serta tidak mengantuk dan tidak tidur. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Al-Hasyr ayat 6)
Allah Maha berbicara, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maka apa saja yang terdengar tidak akan luput dari pendengaranNya, sekalipun samar lagi rahasia. Dan tak tertutup dari pandanganNya apa saja yang terlihat, sekalipun begitu halus dan lembut. PendengaranNya tidak tertutup dengan perkiraan, dan gelap tidak akan menolak penglihatanNya. Allah Maha Melihat tanpa hitam mata dan tanpa pelupuk mata. Dia Maha mendengar tanpa lubang telinga dan tanpa telinga-telinga, sebagaimana Dia mengetahui tanpa hati, dan menciptakan tanpa peralatan seperti yang ada pada sifat-sifat mahlukNya. Maka ketahuilah Kalam Allah kalam yang azali, yang berdiri dengan ZatNya dan tidak serupa dengan perkataan mahlukNya. Maka Maha Suci Allah dari segala ucapan kaum yang menyerupakan Allah dengan mahluknya.
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَـْيءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ البَصِيْر
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Assyura ayat 11)
Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah
Allah mengutus Rosululloh Muhammad SAW dan para Nabi, untuk menyampaikan kepada manusia untuk bertauhid, agar seluruh manusia mengakui, tidak ada Tuhan melainkan Allah dengan ucapan Laa Ilaaha Illallaah dan tidak menyekutukannya. Karena Allah pencipta segala sesuatu, maka tidak ada sesuatu pun yang bersekutu kepadaNya. Hukum dan KekuasanNya menembus dan mengikat mahluk, maka tak ada seorang mahluk pun yang mampu menolak ketetapanNya dan tidak keluar dari ketentuanNya.
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ لَيَقُوْلُنَّ الله ُ
“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Tentu mereka akan menjawab : Allah”. (Surah Luqman ayat 35)
والله ُخَلَقَكُمْ وَمَاتَعْمَلُوْنَ
“Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat”. (Asshaffat ayat 96)
Dan “Katakanlah: maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu, atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Fath ayat 11)
Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah
Seorang pemuda ahli ibadah datang kepada Imam Ghozali, Sang Imam bertanya kepadanya: Wahai pemuda, apakah anda mengenal Allah? Pemuda itu menjawab: “adakah orang menyembahNya sedangkan ia belum mengenalNya?. Sang Imam kembali bertanya: Bagaimana cara anda mengenalNya? Pemuda itu menjawab: Kami meng-esakanNya dan tidak menemuiNya, kami menyembahNya tapi kami tidak mengetahui bagaimana Allah itu. Maka setiap apa yang terbayang dalam hayal atau nampak dalam pemahaman kami, maka Allah berbeda dengan hal itu.”
Imam Al-Ghozalli menjawab: sepanjang hidupku, aku habiskan untuk meng-Esakan Allah. Allah tidak sama dengan mahluk, tidak ada sesuatu pun yang menyamai dan menyerupaiNya, Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Imam Ahmad mengatakan:
مَهْمَا تَصَوَّرْتَ بِبَالِكَ فالله بِخِلاَفِ ذَلِكَ
” apapun yang terlintas di benakmu tentang Allah SWT, maka Allah SWT tidaklah seperti yang engkau bayangkan itu”.
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.
قُلْ هُوَالله اَحَدٌ, الله الصَّمَدُ, لمَ يَلِدْ ولَـمْ يُوْلَدْ, وَلَـمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا اَحَدٌ.
” Katakanlah, Dia Allah Yang Maha Esa, Allah Tuhan yang bergatung segala sesuatu, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tiada sesuatu pun yang serupa dengan Dia”. (Surah Al-Ikhlash)
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.